SUPA Direksi Sukiwan Kantongi 7 Juta Saham Program Insentif
Direksi Superbank Sukiwan menerima 7 juta saham lewat program kepemilikan saham dari prospektus IPO, harga nominal Rp1 per saham.
12 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Sukiwan, anggota Direksi PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa kepemilikan sahamnya di perseroan bertambah dari 0 lembar menjadi 7.000.000 lembar saham biasa. Transaksi tercatat pada 12 Agustus 2026 dengan jenis pembelian tidak langsung dan harga Rp1,00 per saham.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa perolehan saham ini merupakan bagian dari Program Kepemilikan Saham sebagaimana tercantum dalam Prospektus Penawaran Umum Perdana Saham Superbank, yang menurut dokumen dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk mendorong kinerja jangka panjang. Akibat transaksi ini, hak suara Sukiwan di SUPA berubah dari 0,00% menjadi 0,02%.
Laporan disampaikan sesuai kewajiban dalam POJK Nomor 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, yang mewajibkan direksi, komisaris, dan pemegang saham utama melaporkan setiap perubahan kepemilikan saham emiten kepada OJK.
Catatan redaksi NetralIni adalah laporan wajib ke OJK karena seorang direksi memperoleh saham perusahaan tempat dia bekerja, dan berdasarkan dokumen perolehan itu berasal dari program insentif saham manajemen yang sudah dijanjikan sejak prospektus IPO Superbank, bukan pembelian tunai penuh di pasar karena harganya cuma Rp1 per saham. Dari sisi kinerja perusahaan, tambahan 7 juta saham ini hanya menggeser hak suara Sukiwan dari 0,00% menjadi 0,02%, porsi yang sangat kecil sehingga dampaknya ke jumlah saham beredar dan laba per saham perseroan praktis tidak terasa. Transaksi ini juga tidak mendatangkan dana segar bagi perusahaan maupun mengurangi bebannya, karena sifatnya cuma soal siapa memegang berapa saham. Penilaian redaksi: netral, sebab ukuran tambahan kepemilikan ini terlalu kecil untuk dibaca sebagai sinyal keyakinan atau kekhawatiran direksi terhadap prospek Superbank, meski laporan ini tetap penting sebagai bagian dari transparansi kepemilikan saham kepada pemegang saham publik.Penilaian ini menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
SUPASuper Bank Indonesiakepemilikan sahamdireksi
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Suka ringkasan seperti ini?Signal Harian merangkai seluruh berita ekonomi hari itu jadi satu tulisan, dikirim ke email tiap sore hari kerja. Gratis.
Signal+
Ringkasan ekonomi lewat email tiap sore hari kerja, dikirim setelah Signal
Harian terbit pukul 17.00 WIB. Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.