PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI), produsen sarung tangan medis asal Deli Serdang, Sumatera Utara, melaporkan laba bersih Rp11,29 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, berbalik dari rugi bersih Rp5,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih naik dari Rp113,05 miliar menjadi Rp121,98 miliar, sementara laba kotor melonjak dari Rp4,2 miliar menjadi Rp20,74 miliar seiring turunnya beban pokok penjualan. Laba per saham dasar dan dilusian berubah dari rugi Rp0,86 per saham menjadi laba Rp1,78 per saham.
Di sisi keuangan, kas dan setara kas perusahaan melonjak dari Rp672,69 juta pada akhir 2025 menjadi Rp60,97 miliar pada akhir September 2026, kenaikan yang hampir seluruhnya berasal dari arus kas operasi sebesar Rp61,09 miliar. Dalam surat terpisah kepada BEI yang ditandatangani Direktur Utama Imelda Lin, manajemen menjelaskan bahwa total aset naik 7,28 persen menjadi Rp414,63 miliar, didorong kenaikan kas tersebut, piutang usaha yang naik 4,74 persen menjadi Rp46,86 miliar, dan persediaan yang naik 43,9 persen menjadi Rp79,07 miliar. Sebaliknya, uang muka kepada pemasok turun 69,99 persen atau Rp54,84 miliar karena dana muka tersebut berubah menjadi persediaan jadi.
Total liabilitas perusahaan naik lebih tajam, 36,55 persen menjadi Rp62,87 miliar, dengan utang usaha pihak ketiga melonjak 54,31 persen menjadi Rp24,16 miliar dan utang pajak naik 77,81 persen menjadi Rp5,53 miliar. Kenaikan liabilitas di atas 20 persen inilah yang mewajibkan perusahaan menyampaikan surat penjelasan resmi kepada BEI sesuai Peraturan Bursa No. I-E. Jumlah ekuitas pada akhir September 2026 tercatat Rp351,75 miliar, naik dari Rp340,46 miliar pada akhir 2025, dengan susunan direksi yang masih dipimpin Imelda Lin sebagai Direktur Utama, didampingi Henry Patunru sebagai Direktur Keuangan.
