Bank Indonesia melaporkan bahwa kegiatan dunia usaha pada triwulan III 2026 masih tumbuh positif di seluruh sektor usaha. Kesimpulan ini berasal dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), survei rutin BI ke para pelaku usaha, yang menghasilkan Saldo Bersih Tertimbang atau SBT sebesar 11,46 persen. Angka ini artinya jumlah perusahaan yang melaporkan kegiatan usahanya naik lebih banyak dibanding yang melaporkan turun, jadi secara umum dunia usaha masih dalam fase ekspansi, bukan perlambatan.

Sektor yang paling banyak menyumbang kenaikan adalah industri pengolahan atau manufaktur, disusul administrasi pemerintahan dan jaminan sosial, pengadaan listrik dan gas, konstruksi, serta real estat. Tingkat pemakaian kapasitas produksi perusahaan, yaitu seberapa besar mesin dan fasilitas produksi yang benar-benar dipakai dari total kapasitas yang tersedia, juga stabil di angka 73,75 persen, dengan kenaikan terutama di sektor manufaktur, listrik dan gas, serta pengelolaan air dan limbah. Kondisi keuangan perusahaan dilaporkan membaik dari sisi likuiditas, yaitu ketersediaan uang kas untuk kebutuhan sehari-hari, dan rentabilitas atau kemampuan menghasilkan laba, sementara akses mendapatkan kredit bank disebut tetap mudah.

Untuk triwulan IV 2026, pelaku usaha memperkirakan kegiatan usaha masih akan tumbuh positif meski sedikit lebih rendah, dengan proyeksi SBT 10,77 persen. Sektor yang diperkirakan naik meliputi transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, real estat, jasa perusahaan, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan motor. Menurut BI, perkiraan kenaikan ini sejalan dengan naiknya aktivitas masyarakat menjelang Natal dan libur akhir tahun.