PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) menyampaikan revisi laporan keuangan konsolidasian tahun 2025, menggantikan laporan yang sebelumnya dikirim pada 9 September 2026. Dalam surat bernomor 0003/FIN/SWAT/X/2026 tertanggal 6 Oktober 2026, manajemen menyatakan laporan keuangan ini telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Herman, Dody, Tanumihardja & Rekan dengan partner penandatangan Dody Hapsoro, menggantikan auditor tahun sebelumnya, KAP Heliantono & Rekan. Auditor memberikan opini wajar dengan pengecualian serta mencatat dua hal audit utama, pos pembukuan yang menjadi perhatian khusus karena auditor belum bisa sepenuhnya meyakini kewajarannya.

Dari sisi keuangan, total aset perseroan turun dari Rp481,50 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp394,64 miliar pada akhir 2025, susut sekitar Rp86,85 miliar atau 18 persen dalam setahun. Kas dan setara kas anjlok paling tajam, dari Rp8,45 miliar menjadi hanya Rp2,37 miliar, turun sekitar 72 persen. Piutang usaha pihak ketiga berkurang dari Rp36,81 miliar menjadi Rp26,74 miliar, persediaan turun dari Rp65,76 miliar menjadi Rp44,78 miliar, dan aset tetap seperti pabrik dan mesin menyusut dari Rp305,90 miliar menjadi Rp276,79 miliar. Di sisi liabilitas, total utang jangka pendek justru turun dari Rp41,32 miliar menjadi Rp32,87 miliar, meski porsi utang bank yang harus dibayar dalam satu tahun naik dari Rp13,63 miliar menjadi Rp17,48 miliar.

Jumlah karyawan tetap Grup merosot drastis, dari 249 orang pada akhir 2024 menjadi hanya 97 orang pada akhir 2025, data yang menurut dokumen ini belum diaudit. Perseroan juga melaporkan anak usahanya, PT Mulia Cipta Teknologi (MCT) di Boyolali yang bergerak di industri dan perdagangan umum, dengan kepemilikan 99,80 persen. Total aset MCT sebelum eliminasi tercatat Rp222,30 miliar pada 2025, turun dari Rp260,41 miliar pada 2024.