PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim untuk periode Januari-Juni 2025 (semester I 2025). Laporan ini berstatus tidak diaudit dan perseroan mencantumkan bahwa penyajiannya belum memenuhi ketentuan OJK Nomor 75/POJK.04/2017 tentang tanggung jawab direksi atas laporan keuangan. TGRA sendiri tercatat di papan Pemantauan Khusus (watchlist) Bursa Efek Indonesia, kategori bagi emiten yang dipandang berisiko tinggi oleh otoritas bursa.

Dari sisi kas, saldo kas dan setara kas TGRA merosot tajam dari Rp747,99 juta pada akhir 2024 menjadi Rp76,95 juta pada 30 Juni 2025, turun 89,7 persen. Sementara itu total aset justru naik dari Rp472,01 miliar menjadi Rp495,77 miliar, terutama ditopang kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya jangka panjang dari Rp16,36 miliar menjadi Rp39,57 miliar. Total liabilitas naik 21,7 persen dari Rp137,63 miliar menjadi Rp167,51 miliar, didorong oleh utang kepada pihak berelasi jangka panjang yang membengkak dari Rp84,28 miliar menjadi Rp100,89 miliar dan kontrak liabilitas jangka panjang yang naik lebih dari dua kali lipat, dari Rp11,48 miliar menjadi Rp23,83 miliar.

Di sisi ekuitas, saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya berbalik dari surplus Rp2,04 miliar pada akhir 2024 menjadi defisit Rp3,80 miliar pada 30 Juni 2025, mengindikasikan perseroan mencatat rugi pada semester berjalan. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp312,99 miliar menjadi Rp307,15 miliar, sementara total ekuitas termasuk kepentingan non-pengendali turun tipis dari Rp334,38 miliar menjadi Rp328,26 miliar, atau sekitar 1,8 persen. Angka penurunan ekuitas dalam versi koreksi ini jauh lebih kecil dibanding klaim ekuitas anjlok 83 persen yang sempat diberitakan dari laporan sebelumnya, sehingga ada selisih signifikan antara data yang sebelumnya beredar dan data dalam dokumen koreksi ini.