PT Temas Tbk (TMAS) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp859,5 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, naik 111 persen dibandingkan Rp406,5 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ini ditopang pendapatan jasa yang tumbuh 37,2 persen dari Rp3,19 triliun menjadi Rp4,38 triliun, sementara laba usaha melonjak dari Rp522,9 miliar menjadi Rp1,01 triliun. Dari laba tersebut, Rp824,8 miliar menjadi bagian pemilik entitas induk, sehingga laba per saham naik dari Rp6 menjadi Rp14 per lembar saham penuh.
Total aset perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp6,63 triliun, naik 25,3 persen atau Rp1,34 triliun dari posisi akhir 2025. Dalam surat resmi ke Bursa Efek Indonesia tertanggal 28 Oktober 2026, Direktur Utama Ricky Effendi menjelaskan kenaikan ini terutama berasal dari pembayaran uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp917,2 miliar sepanjang 2026, yang sebagian besar merupakan uang muka pembelian kapal dari pihak ketiga. Total liabilitas ikut naik 32,5 persen menjadi Rp2,83 triliun, didorong penarikan pinjaman bank jangka panjang baru senilai Rp929,2 miliar yang menurut manajemen digunakan untuk membiayai peningkatan belanja modal. Manajemen menyatakan perubahan pos aset dan liabilitas yang melebihi 20 persen itu tidak berdampak negatif material terhadap kinerja maupun operasional perseroan.
Di sisi ekuitas, total ekuitas Temas naik dari Rp3,15 triliun menjadi Rp3,80 triliun, didorong akumulasi laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya yang bertambah dari Rp2,80 triliun menjadi Rp3,40 triliun. Sepanjang periode ini, perseroan tetap membagikan dividen kas sebesar Rp227,5 miliar, sama dengan nilai tahun sebelumnya, ditambah pembagian dividen kas anak usaha ke pemegang saham nonpengendali sebesar Rp44,4 miliar. Di sisi kas, posisi kas dan setara kas perseroan justru turun dari Rp479,8 miliar menjadi Rp401,8 miliar, karena arus kas investasi tercatat negatif Rp1,32 triliun akibat besarnya uang muka pembelian kapal dan belanja aset tetap.
