PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) menggelar Paparan Publik Insidental pada 2 September 2026 sebagai tindak lanjut permintaan Bursa Efek Indonesia. Permintaan itu muncul setelah BEI menghentikan sementara perdagangan saham TMPO mulai 26 Agustus 2026 lewat Pengumuman Nomor Peng-SPT-00155/BEI.WAS/08-2026, menyusul kenaikan harga saham yang dinilai signifikan secara kumulatif. Perdagangan saham TMPO kembali dibuka pada 27 Agustus 2026, dan materi paparan disampaikan ke bursa pada 1 September 2026 pukul 11.40 WIB oleh Corporate Legal Perseroan, Yudianto Sri Wicaksono.

Dalam materi tersebut, Perseroan melaporkan pendapatan usaha semester I 2026 sebesar Rp79,73 miliar, turun dari Rp83,01 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, atau selisih sekitar Rp3,28 miliar. Laba kotor ikut turun dari Rp31,50 miliar menjadi Rp27,69 miliar. Rugi usaha relatif stabil di angka Rp6,36 miliar, sementara rugi bersih tercatat Rp6,58 miliar, membaik 7,47 persen dibandingkan rugi bersih Rp7,11 miliar pada semester I 2025. Perseroan menyebut penurunan pendapatan terutama berasal dari pendapatan iklan, sirkulasi, dan pelatihan, dipengaruhi kehati-hatian belanja iklan pemerintah serta sejumlah proyek besar tahun 2025 yang tidak berulang tahun ini.

Di luar angka keuangan, Perseroan memaparkan sejumlah agenda transformasi, mulai dari penerapan login wall gratis di Tempo.co sejak 1 Agustus 2026, target rasio konversi pelanggan digital hingga 25 persen, dan target jumlah pelanggan digital naik dari 46.345 pada akhir 2025 menjadi 100.000 pada atau sebelum 2028. Perseroan juga mengembangkan Data Asset Management lewat anak usaha PT Info Media Digital dan unit bisnis baru Business and Political Intelligence, serta menyiapkan film Laut Bercerita, adaptasi novel Leila S. Chudori garapan anak usaha PT Layar Berkembang Senantiasa (Pal8 Pictures), yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 29 Oktober 2026. Perseroan menegaskan tidak menyatakan satu faktor tunggal sebagai penyebab kenaikan harga sahamnya, karena pergerakan harga dipengaruhi banyak faktor termasuk kondisi pasar secara umum.