PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melaporkan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp123,83 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, turun dari Rp130,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor ikut tergerus dari Rp54,33 miliar menjadi Rp47,37 miliar. Perseroan mencatat rugi usaha Rp4,51 miliar, melebar dari rugi Rp2,96 miliar setahun sebelumnya, dan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membesar dari Rp5,24 miliar menjadi Rp6,23 miliar. Rugi per saham dasar tercatat Rp5,89, dari sebelumnya Rp4,95.

Posisi kas perusahaan menyusut tajam, dari Rp25,22 miliar pada akhir Desember 2025 menjadi Rp5,85 miliar pada akhir September 2026. Penyebabnya, arus kas dari aktivitas operasi mencatat defisit Rp23,50 miliar, melebar dibanding defisit Rp8,33 miliar pada periode yang sama tahun lalu, meski perseroan sempat menambah pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman dari pihak ketiga senilai total Rp8,2 miliar. Total ekuitas turun dari Rp255,79 miliar menjadi Rp249,67 miliar, sementara total aset berkurang dari Rp443,22 miliar menjadi Rp422,33 miliar. Di sisi liabilitas, utang lain-lain kepada pihak ketiga melonjak dari Rp5,01 miliar menjadi Rp13,21 miliar.

Dalam catatan laporan, pemegang saham terbesar Tempo Inti Media per 30 September 2026 adalah PT Grafiti Pers dengan kepemilikan 24,28 persen. Grup usaha ini menaungi sejumlah anak perusahaan, antara lain PT Tempo Inti Media Harian yang bergerak di penerbitan pers dengan kepemilikan 99,99 persen, dan PT Temprint yang bergerak di jasa percetakan dengan kepemilikan 99,98 persen. Laporan keuangan interim ini disusun tanpa audit dan telah diotorisasi untuk terbit oleh jajaran direksi pada 28 Oktober 2026, dipimpin Direktur Utama Arif Zulkifli.