PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) melaporkan penjualan sembilan bulan pertama 2026 hanya Rp19,21 miliar, merosot 69 persen dari Rp62,23 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban pokok penjualan ikut turun tajam dari Rp47,67 miliar menjadi Rp6,13 miliar sehingga laba bruto relatif masih bertahan di Rp13,08 miliar dibanding Rp14,56 miliar sebelumnya. Yang membuat laba akhir ambrol lebih dalam adalah pos pendapatan lain-lain yang berbalik dari untung Rp4,74 miliar menjadi rugi Rp60,59 juta, ditambah beban bunga dan keuangan yang naik dari Rp192,8 juta menjadi Rp689,3 juta serta beban umum dan administrasi yang membesar dari Rp7,71 miliar menjadi Rp10,43 miliar. Hasilnya, laba bersih sembilan bulan tergerus dari Rp8,49 miliar menjadi hanya Rp1,05 miliar, dengan laba per saham turun dari Rp1,78 menjadi Rp0,22.
Dari sisi posisi keuangan, total aset per 30 September 2026 tercatat Rp555,97 miliar, naik 0,75 persen dari Rp551,85 miliar pada akhir 2025, didorong oleh kenaikan nilai aset film lancar dari Rp146,59 miliar menjadi Rp161,93 miliar. Sementara itu kas dan setara kas justru menyusut dari Rp63,27 miliar menjadi Rp58,96 miliar. Total liabilitas naik 13,09 persen menjadi Rp26,58 miliar dari Rp23,50 miliar, terutama karena utang bank jangka pendek bertambah dari Rp8,47 miliar menjadi Rp11,99 miliar setelah perusahaan menarik pinjaman baru Rp6,18 miliar, serta munculnya utang lain-lain senilai Rp1,46 miliar yang sebelumnya nihil. Ekuitas perusahaan relatif stabil, naik tipis dari Rp528,35 miliar menjadi Rp529,39 miliar, dengan jumlah saham beredar tetap di 4.765.648.183 lembar.
Dalam surat terpisah ke Bursa Efek Indonesia, perusahaan menjelaskan bahwa kenaikan akun aset dan liabilitas tersebut, yakni 0,75 persen untuk aset dan 13,09 persen untuk liabilitas, belum mencapai ambang 20 persen yang mewajibkan penjelasan lebih rinci menurut Peraturan Bursa Nomor I-E. Susunan direksi dan komisaris per akhir September 2026 terdiri dari Pie Titin Suryani sebagai Direktur Utama yang juga tercatat sebagai pengendali akhir perusahaan, Evy Supriati dan Dwi Soenarso Lobo sebagai Direktur, Bedy Kunady sebagai Komisaris, serta Abraham Bastari sebagai Komisaris Independen. Seluruh surat penyampaian kepada OJK dan BEI ditandatangani oleh Budiman Darwin Edison Siagian selaku Corporate Secretary pada 29 Oktober 2026.
