Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026, turun 0,03 persen poin dibanding Februari 2026. Sementara itu, rata-rata upah buruh tercatat Rp3,39 juta per bulan. Data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) ini menjadi salah satu indikator utama kondisi pasar kerja nasional yang berkaitan langsung dengan daya beli dan kesejahteraan pekerja.

Jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 tercatat 155,41 juta orang, bertambah 0,497 juta orang dibanding Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik tipis 0,01 persen poin menjadi 70,57 persen. Penduduk yang bekerja juga bertambah 0,522 juta orang menjadi 148,19 juta orang pada periode yang sama.

Angka BPSTingkat pengangguran terbuka
4,68%Februari 2026

Bagian angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan. Turun 0,17 poin dibanding Agustus 2025. Terendah dalam 5 periode yang tercatat.

Februari 2024: 4,82%Agustus 2024: 4,91%Februari 2025: 4,76%Agustus 2025: 4,85%Februari 2026: 4,68%FebAguFebAguFeb2024202520264,914,68Februari 2024: 4,82%Agustus 2024: 4,91%Februari 2025: 4,76%Agustus 2025: 4,85%Februari 2026: 4,68%FebAguFebAguFeb2024202520264,914,68

Sumber: Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Provinsi. Diolah The Signal.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 42,60 juta orang atau 28,75 persen dari total penduduk bekerja. Dominasi sektor ini menunjukkan struktur ketenagakerjaan Indonesia masih bertumpu pada sektor primer, sementara rata-rata upah pekerja secara nasional berada di kisaran Rp3,39 juta per bulan.