PT Pukul Rata Kanan (PRK), yang saat ini sudah menggenggam 65.250.000 saham atau 15,00% dari total saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), mengajukan Pernyataan Penawaran Tender Sukarela untuk membeli sebanyak-banyaknya 65.250.000 saham lagi atau 15,00% dari pemegang saham TRUK. Jika seluruh saham incaran itu terserap, kepemilikan PRK di TRUK akan naik menjadi 130.500.000 saham atau 30,00%, dan PRK resmi menjadi pengendali baru perusahaan jasa freight forwarding tersebut. PRK, yang bergerak di bidang holding dan konsultasi manajemen dan berkedudukan di Surabaya, menyatakan tidak berencana menjadikan TRUK perusahaan tertutup (go-private).

Harga penawaran ditetapkan Rp740 per saham, dibayar tunai. Sesuai Pasal 13 huruf b POJK 54/2015, harga itu wajib lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi perdagangan TRUK di BEI selama 90 hari sebelum pengumuman, yang menurut perhitungan di dokumen ini adalah Rp735,15 dari 53 hari bursa dengan transaksi. Namun harga Rp740 itu jauh di bawah harga pasar terkini TRUK: pada 24 September 2026, sehari sebelum pengumuman ini, harga tertinggi perdagangan TRUK tercatat Rp2.070, bahkan sempat di atas Rp1.500 pada beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan jadwal yang diumumkan, pernyataan tender diperkirakan efektif 4 November 2026, dengan periode penawaran berlangsung 6 November hingga 7 Desember 2026 pukul 09.00-16.00 WIB setiap hari. Pemegang saham yang ingin menjual wajib menyerahkan Formulir Penawaran Tender Sukarela (FPTS) ke PT Adimitra Jasa Korpora selaku BAE paling lambat 7 Desember 2026 pukul 16.00 WIB. Penjatahan diperkirakan 10 Desember 2026, pengembalian saham yang tidak terbeli 14 Desember 2026, dan pembayaran 15 Desember 2026 melalui mekanisme crossing di BEI. PRK menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai perusahaan efek pelaksana dan membuktikan kecukupan dananya lewat surat PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk tertanggal 24 September 2026.

Diagram kepemilikan sebelum tender yang disertakan dalam dokumen ini merujuk pada Daftar Pemegang Saham per 31 Agustus 2026, sehingga belum menampilkan posisi PRK yang menurut dokumen ini sudah memegang 15% saham TRUK saat pernyataan ini diterbitkan. Pemegang saham lain yang tercantum tidak berubah dalam skenario penuh: PT Guna Makmur Raya 25,17%, Budi Gunawan 5%, Carolina Kusuma 5%, Suminto Husin Giman 5%, Suganto Gunawan 5%, dan Suwito 5%, sementara porsi masyarakat diperkirakan turun dari 29,83% menjadi 14,83% jika seluruh saham incaran terbeli.