PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) melaporkan laba bersih sebesar Rp10,36 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, turun 23,4 persen dibandingkan Rp13,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak juga turun, dari Rp15,99 miliar menjadi Rp11,83 miliar. Laba per saham ikut menyusut dari Rp16,89 menjadi Rp12,95 per lembar. Laporan keuangan interim per 30 September 2026 ini belum diaudit dan disampaikan perusahaan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 26 Oktober 2026.

Total aset perusahaan pembiayaan ini turun menjadi Rp392,99 miliar per akhir September 2026, dari Rp429,18 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini terutama berasal dari sisi ekuitas, yang susut dari Rp413,02 miliar menjadi Rp375,38 miliar setelah perusahaan membagikan dividen sebesar Rp48 miliar kepada pemegang saham, jauh lebih besar dibandingkan dividen Rp12 miliar yang dibagikan pada periode yang sama tahun lalu. Karena nilai dividen itu melebihi laba bersih Rp10,36 miliar yang dihasilkan pada periode ini, pembayaran tersebut turut memakan saldo laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya.

Dari sisi arus kas, kas dan setara kas perusahaan merosot tajam menjadi Rp37,04 miliar pada akhir September 2026, dari Rp184 miliar pada awal tahun. Arus kas dari aktivitas operasi mencatat kas keluar bersih Rp102,89 miliar, melebar dari Rp45,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi portofolio pembiayaan, piutang pembiayaan modal kerja melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp168,13 miliar dari Rp78,81 miliar, dan piutang pembiayaan investasi naik menjadi Rp123,20 miliar dari Rp91,17 miliar, sementara piutang pembiayaan multiguna justru turun menjadi Rp7,49 miliar dari Rp18,20 miliar. Perusahaan juga mencatat pinjaman bank baru sebesar Rp4,92 miliar pada periode ini, setelah tidak memiliki saldo pinjaman bank pada akhir 2025.