PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Penjualan bersih konsolidasian naik 9,8 persen, dari Rp451,74 miliar pada periode yang sama tahun 2025 menjadi Rp495,85 miliar. Namun laba bersih yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru turun 26 persen, dari Rp18,82 miliar menjadi Rp13,92 miliar, karena beban pokok penjualan, beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta pos pendapatan dan beban lain-lain bersih semuanya naik, dengan beban lain-lain bersih melonjak dari Rp8,46 miliar menjadi Rp16,01 miliar. Laba per saham dasar ikut turun dari Rp5,41 menjadi Rp4,00.

Di sisi aset, total aset perusahaan naik dari Rp607,18 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp653,19 miliar per 30 September 2026. Kenaikan ini terutama didorong oleh persediaan yang melonjak dari Rp105,58 miliar menjadi Rp190,34 miliar, sementara piutang usaha pihak ketiga justru turun tajam dari Rp111,63 miliar menjadi Rp57,43 miliar dan kas di tangan dan bank menyusut dari Rp15,64 miliar menjadi Rp9,95 miliar. Di sisi liabilitas, utang bank jangka pendek naik dari Rp163,10 miliar menjadi Rp198,67 miliar dan utang usaha pihak ketiga naik dari Rp27,06 miliar menjadi Rp48,26 miliar, sehingga total liabilitas bertambah dari Rp260,40 miliar menjadi Rp291,46 miliar. Total ekuitas tetap naik, dari Rp346,78 miliar menjadi Rp361,73 miliar, dengan jumlah saham beredar tidak berubah dari 3.478.020.000 lembar.

Laporan arus kas menunjukkan kas bersih dari aktivitas operasi anjlok dari Rp53,29 miliar pada sembilan bulan 2025 menjadi Rp17,05 miliar pada periode yang sama 2026, antara lain karena pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan yang naik lebih cepat dibanding penerimaan dari pelanggan, serta pembayaran bunga yang bertambah dari Rp8,63 miliar menjadi Rp10,48 miliar. Perseroan juga mengungkapkan anak usahanya, PT United Kingland, produsen ban dalam yang berlokasi di Cikande, Banten dan sudah beroperasi sejak 1972, dengan total aset Rp148,98 miliar dan dimiliki TYRE sebesar 82,69 persen.