Bank Indonesia mencatat pertumbuhan uang primer atau M0 Adjusted sebesar 17,1% secara tahunan pada Juli 2026, lebih cepat dibandingkan 13,8% pada Juni. Indikator ini penting karena menggambarkan seberapa besar likuiditas dasar yang beredar di sistem keuangan, yang biasanya berkorelasi dengan kondisi likuiditas perbankan dan aktivitas ekonomi ke depan.

Dengan pertumbuhan tersebut, posisi M0 Adjusted tercatat Rp2.254,5 triliun. Kenaikannya ditopang oleh dua komponen utama, yaitu giro bank umum di Bank Indonesia yang disesuaikan (adjusted) tumbuh 17,1% yoy, serta uang kartal yang diedarkan ke masyarakat tumbuh 15,1% yoy.

Angka ini merupakan versi 'adjusted' yang sengaja mengeluarkan efek penurunan giro bank akibat insentif likuiditas yang disalurkan BI kepada perbankan. Metode perhitungan ini mulai diterapkan BI sejak Januari 2025, dengan tujuan agar publik bisa melihat perkembangan uang primer tanpa distorsi dari kebijakan insentif tersebut.