Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI kini disebut bisa menjadi salah satu jalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk naik kelas. Ini penting karena keterbatasan modal dan sumber daya manusia selama ini kerap jadi kendala utama UMKM untuk berkembang, sementara alat AI yang dibutuhkan tidak harus mahal atau rumit dan bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti promosi, layanan pelanggan, hingga pencatatan keuangan.
Di sisi pemasaran, pelaku usaha bisa memakai AI generatif seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini untuk membuat teks promosi, skrip video pendek, dan deskripsi produk di lapak daring. Untuk kebutuhan visual, aplikasi seperti Canva AI, Midjourney, dan Photoroom memungkinkan pembuatan foto produk yang terlihat profesional tanpa harus menyewa jasa fotografer. Chatbot berbasis AI juga bisa dipakai menjawab pertanyaan pembeli, memproses pesanan, dan menampung masukan pelanggan secara otomatis sehingga layanan berjalan lebih cepat.
Di sisi operasional, sistem kasir digital yang bisa membaca data penjualan membantu pelaku usaha melihat produk paling laku, menentukan waktu belanja stok baru, dan memahami pola permintaan pembeli agar barang tidak menumpuk atau justru habis. AI juga bisa membantu pekerjaan administratif seperti mencatat transaksi, merapikan invoice, dan menyusun laporan keuangan sederhana.
Dengan bagian pemasaran dan administrasi terbantu alat otomatis, pelaku UMKM disebut punya lebih banyak waktu untuk fokus mengembangkan produk dan strategi penjualan ketimbang terjebak pada pekerjaan rutin.
