PT United Tractors Tbk (UNTR) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, menyusul rencana penyelenggaraan public expose yang sudah diumumkan lewat surat tertanggal 21 Agustus 2026. Sesuai jadwal pada materi tersebut, acara public expose akan berlangsung 7 September 2026. Materi ini memuat kondisi bisnis dan kinerja keuangan Perseroan hingga semester pertama 2026, termasuk komposisi pemegang saham: Astra International menguasai 59,5%, saham tresuri 6,9%, dan sisanya 33,6% dimiliki publik, dengan kapitalisasi pasar Rp89 triliun per akhir Juli 2026.
Pendapatan bersih UNTR pada semester pertama 2026 turun 15% menjadi Rp58,29 triliun dibandingkan Rp68,53 triliun pada periode sama tahun lalu. Penurunan terbesar terjadi di segmen pertambangan emas dan mineral lainnya yang anjlok 66% menjadi Rp2,36 triliun, disusul segmen alat berat yang turun 28% menjadi Rp14,97 triliun. Sebaliknya, segmen kontraktor penambangan justru tumbuh 4% menjadi Rp27,16 triliun. Setelah memperhitungkan kerugian dari pos non-recurring senilai Rp3,3 triliun, laba bersih Perseroan anjlok 88% menjadi Rp956 miliar dari Rp8,13 triliun, sehingga laba per saham turut merosot 88% menjadi Rp271 dari Rp2.239.
Materi ini juga mengungkap perubahan posisi keuangan Perseroan: per 30 Juni 2026, UNTR mencatat utang bersih Rp9,4 triliun dengan rasio gearing 8,5%, berbalik dari posisi kas bersih Rp7,7 triliun pada akhir 2025. Perseroan menyebut perubahan ini terutama berasal dari akuisisi perusahaan pertambangan emas, termasuk tambang baru Doup yang melengkapi Tambang Emas Martabe dan Sumbawa Jutaraya, serta program pembelian kembali saham yang sedang berjalan. Di lini produk, UNTR bersama Komatsu juga menyerahkan unit perdana dump truck kelas 70 ton Komatsu HW70-1 kepada mitra usaha pada Mei 2026, dilengkapi fitur KOMTRAX untuk memantau lokasi dan kinerja unit dari jarak jauh.
