PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), pemilik platform Ultra Voucher, menyampaikan surat tanggapan bernomor 026/SK/LGL/TKP-IDX/IX/2026 tertanggal 24 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan, menjawab permintaan penjelasan OJK Nomor S-12232/BEI.PP2/09-2026 tanggal 22 September 2026 terkait rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Surat ditandatangani Direktur Utama Hady Kuswanto dan disampaikan lewat sistem pelaporan elektronik oleh Sekretaris Perusahaan Ayu Kusuma Trisyani.
Perseroan merinci rencana penggunaan dana PMTHMETD sebesar Rp27 miliar, yaitu Rp13,5 miliar (50 persen) untuk kebutuhan operasional dan manajemen aset, Rp5,4 miliar (20 persen) untuk pengembangan produk dan layanan voucher digital, Rp5,4 miliar (20 persen) untuk pemasaran dan akuisisi pelanggan-merchant, serta Rp2,7 miliar (10 persen) untuk modal kerja lain, dengan jangka waktu pelaksanaan Kuartal IV 2026 hingga Kuartal IV 2027. Harga pelaksanaan ditetapkan asumsi Rp135 per saham, yaitu 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham 25 hari bursa, dan Perseroan menegaskan akan menyesuaikan harga itu sesuai Lampiran II Peraturan Bursa Nomor I-A apabila harga saham UVCR naik sebelum PMTHMETD direalisasikan.
Berdasarkan laporan keuangan proforma per 30 Juni 2026, PMTHMETD diproyeksikan menurunkan return on equity (ROE) dari 7,54 persen menjadi 6,07 persen dan laba per saham (EPS) dari Rp4,19 menjadi Rp3,81, sementara rasio utang terhadap modal (DER) membaik dari 1,13 kali menjadi 0,91 kali dan rasio lancar naik dari 1,66 kali menjadi 1,88 kali. Perseroan juga mengonfirmasi penyelesaian buyback 9.596.100 saham per 11 September 2026 yang dicatat sebagai saham treasuri pengurang ekuitas dan direncanakan untuk program kepemilikan saham karyawan (ESOP), serta tidak memiliki hak suara pada RUPSLB 27 Oktober 2026. Dari total 2.000.144.838 saham sebelum buyback, rencana penerbitan 200.000.000 saham baru dipastikan masih di bawah batas maksimum 10 persen modal disetor, yakni 200.014.483 saham.
Soal komposisi pemegang saham, Perseroan mengungkapkan bahwa sebelum PMTHMETD saham pengendali tercatat 623.557.467 lembar dan porsi saham publik (free float) 1.108.121.671 lembar atau 55,40 persen dari total 2.000.144.838 saham. Setelah PMTHMETD, total saham menjadi 2.200.144.838 lembar dengan saham pengendali naik menjadi 823.557.467 lembar, sedangkan jumlah saham free float tetap 1.108.121.671 lembar sehingga persentasenya turun menjadi 50,36 persen. Artinya, seluruh 200 juta saham baru mengalir ke pemegang saham pengendali, bukan ke publik.
