PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) mengumumkan rencana besar mengubah kegiatan usaha sekaligus mengambil alih PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), operator rumah sakit di Cirebon. Berdasarkan Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat (CSSA) yang diteken 20 Agustus 2026, VISI akan mengambil bagian atas 142.393 saham baru HMBC yang mewakili 65 persen dari modal ditempatkan dan disetor HMBC. Bersamaan dengan itu, lewat Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA), VISI juga akan membeli 17.325 saham eksisting HMBC dari PT Hasna Medika Utama Group selaku penjual. Gabungan dua transaksi ini membuat VISI menguasai 72,91 persen saham HMBC setelah penerbitan saham baru rampung.
Bersamaan dengan pengambilalihan, HMBC juga akan merestrukturisasi dan mengonversi utangnya kepada tiga kreditur yang juga pemegang saham dan pengurus HMBC, yaitu Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi, dengan total nilai Rp33,447 miliar. Utang tersebut dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC, dengan rincian Pieter Tanuri menerima 13.636 saham dari konversi Rp24,4 miliar, Darwin Cyril Noerhadi menerima 4.694 saham dari konversi Rp8,4 miliar, dan Roy Himawan menerima 362 saham dari konversi Rp647 juta. Masih ada sisa pokok utang HMBC kepada Pieter Tanuri sebesar Rp5 miliar yang tidak dikonversi dan tetap menjadi kewajiban HMBC, penyelesaiannya diatur terpisah antara HMBC dan Pieter Tanuri.
Sejalan dengan akuisisi ini, VISI akan menambah kegiatan usaha sebagai perusahaan induk (KBLI 64210) dan bertransformasi menjadi perusahaan holding, sementara bisnis dagang bahan iklan seperti banner, tinta, dan PVC board yang selama ini dijalankan akan dipertahankan untuk sementara namun dikurangi bertahap hingga akhirnya dihentikan penuh. Perubahan ini juga akan mengalihkan pengendalian VISI kepada PT Harmoni Semesta Investama sebagai pengendali baru Perseroan. Perseroan telah mengantongi persetujuan dari dua kreditur HMBC, yaitu PT Bank OCBC NISP Tbk pada 10 September 2026 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada 15 September 2026. Seluruh rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham lewat RUPSLB pada 30 September 2026, dengan target pelaksanaan transaksi paling lambat 23 Oktober 2026.
