PT Harmoni Semesta Investama, pemegang saham utama PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa kepemilikan sahamnya di VISI bertambah dari 1.901.580.000 lembar menjadi 1.974.014.600 lembar, atau naik 72.434.600 lembar saham biasa. Transaksi ini tercatat pada 22 Oktober 2026 dengan harga Rp994 per saham, lewat mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD), yaitu penerbitan saham baru yang tidak ditawarkan lebih dulu secara proporsional kepada seluruh pemegang saham lama. Dengan harga tersebut, dana yang disetor Harmoni Semesta Investama untuk saham baru ini mencapai sekitar Rp72 miliar.

Meski jumlah sahamnya bertambah, hak suara Harmoni Semesta Investama di VISI justru turun tipis dari 61,85 persen menjadi 61,77 persen. Ini terjadi karena PMTHMETD menambah jumlah total saham VISI yang beredar di pasar, sehingga porsi kepemilikan setiap pemegang saham ikut terkoreksi kecuali ia menambah saham dalam proporsi yang sama besar atau lebih. Meski begitu, dengan hak suara mendekati 62 persen, posisi Harmoni Semesta Investama sebagai pemegang saham pengendali VISI tidak berubah.

Laporan ini terbit sehari setelah VISI juga melaporkan penambahan saham oleh Atlas Raya Abadi lewat skema PMTHMETD yang sama, senilai sekitar Rp24 miliar. Dengan tambahan setoran dari Harmoni Semesta Investama, total dana segar yang masuk ke VISI dari dua laporan penambahan modal ini mencapai sekitar Rp96 miliar.