VISI Private Placement Rp120 Miliar, Saham Publik Makin Terdilusi
VISI menerbitkan 120,7 juta saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu senilai sekitar Rp120 miliar kepada tiga investor, mendilusi porsi pemegang saham publik dari 19,99% menjadi 19,24%.
20 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) akan melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 120.724.400 saham baru bernilai nominal Rp25 per saham. Harga pelaksanaannya ditetapkan Rp994 per saham, sehingga total dana yang masuk ke perusahaan sekitar Rp120 miliar. Jadwalnya sudah terkunci: penerbitan dan distribusi saham baru pada 28 Oktober 2026, pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 29 Oktober 2026, dan pengumuman hasil pelaksanaan pada 30 Oktober 2026.
Seluruh saham baru akan diambil oleh tiga pihak. PT Harmoni Semesta Investama, yang merupakan pihak terafiliasi perusahaan, mengambil 72.434.600 lembar. PT Atlas Raya Abadi dan PT Trinugraha Thohir Harmoni, yang keduanya bukan pihak terafiliasi, masing-masing mengambil 24.144.900 lembar. Rencana ini sudah disetujui pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Independen pada 30 September 2026, sebagaimana tercatat dalam Akta Berita Acara Nomor 395 yang dibuat notaris Dr. Christina Dwi Utami, menyusul keterbukaan informasi awal yang sudah diumumkan perusahaan pada 24 Agustus dan 28 September 2026.
Dari sisi struktur pemegang saham, porsi Harmoni Semesta Investama justru sedikit menyusut secara persentase, dari 61,84% menjadi 61,77%, meski jumlah lembar sahamnya naik jadi 1.974.014.600. Sebaliknya, Atlas Raya Abadi naik dari 10,16% menjadi 10,53% dan Trinugraha Thohir Harmoni naik dari 8,00% menjadi 8,45%. Direktur Utama David Dwiputra tetap memegang 107.000 lembar atau 0,01%, tidak berubah. Pemegang saham publik juga tetap memegang 614.893.000 lembar, tetapi karena jumlah total saham bertambah, porsi mereka turun dari 19,99% menjadi 19,24%. Total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan naik dari 3.075.000.000 saham senilai Rp76,875 miliar menjadi 3.195.724.400 saham senilai Rp79.893.110.000.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal VISI? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.