PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) menyampaikan materi Public Expose Tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 3 September 2026, sesuai kewajiban Peraturan Bursa Nomor I-E. Penyampaian ini merujuk pada pengumuman sebelumnya tanggal 24 Agustus 2026 dan ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Zasa Pinkan Kinanti. Acara Public Expose Live akan digelar di Jakarta pada 8 September 2026, menyajikan gambaran bisnis VTNY yang bergerak di pembiayaan bisnis (B2B) dan aplikasi kesejahteraan karyawan (B2B2E) di Indonesia, Singapura, Filipina, dan Jepang.

Materi tersebut memuat kinerja keuangan semester I 2026 yang berakhir 30 Juni 2026. Pendapatan tercatat Rp105.852 juta, naik 1,8 persen dari Rp104.012 juta pada semester I 2025. Laba kotor naik 4,4 persen menjadi Rp36.637 juta dari Rp35.077 juta. Namun laba bersih justru anjlok 25,3 persen menjadi Rp5.483 juta, dari sebelumnya Rp7.338 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan segmen, pendapatan dari lini pembiayaan bisnis (B2B Financial Services) naik 8,1 persen menjadi Rp60,9 miliar dari Rp56,3 miliar, menjadi penyumbang terbesar. Sebaliknya, pendapatan dari aplikasi kesejahteraan karyawan (B2B2E Employee Super App), yang mencakup layanan penarikan gaji lebih awal dan pinjaman karyawan, turun 5,8 persen menjadi Rp44,9 miliar dari Rp47,7 miliar. Materi juga mencatat lini baru bernama System Development senilai Rp11,7 juta yang belum tercatat pada periode sama tahun lalu. Adapun total aset per 30 Juni 2026 tercatat sekitar Rp1,489 miliar, liabilitas Rp1,070 miliar, dan ekuitas Rp418 miliar.