PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyampaikan keterbukaan informasi soal penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) yang akan diratifikasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Oktober 2026. Surat bernomor 706/WBP/DIR/2026 ini ditandatangani Corporate Secretary Fandy Dewanto dan Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko Koento Wahyudiat. RUPST 22 Mei 2025 sebelumnya telah menyetujui konversi utang kreditur sebesar Rp1.712.887.127.054 menjadi saham seri C, sebanyak-banyaknya 33.711.614.004 lembar, dengan acuan harga dari perhitungan volume rata-rata tertimbang 45 hari sebesar Rp50,81 per saham.
Yang membuat RUPSLB kali ini perlu digelar adalah tambahan tagihan baru. Selama proses verifikasi lanjutan pada 10 April 2025 hingga 12 Agustus 2026, tiga kreditur dagang mengajukan pendaftaran tagihan yang belum masuk hitungan sebelumnya, dengan total nilai utang Rp6.095.930.455. Perusahaan menyebut utang ini bukan utang baru, melainkan transaksi dagang yang terjadi pada 2018 hingga 25 Januari 2022, sebelum masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dimulai, sehingga tetap tunduk pada skema konversi ekuitas dalam Perjanjian Perdamaian. Perseroan akan meminta pemegang saham meratifikasi ulang Keputusan RUPSLB 30 Juni 2023 dan RUPST 22 Mei 2025 agar plafon PMTHMETD bisa menampung tambahan tagihan ini.
Skema ini berakar dari kasus PKPU yang diajukan kreditur pada 23 Desember 2021, disahkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 28 Juni 2022 dengan dukungan 80,6 persen kreditur separatis dan 92,8 persen kreditur konkuren, lalu berkekuatan hukum tetap setelah kasasi PT Bank DKI ditolak Mahkamah Agung pada 20 September 2022. Berdasarkan Perjanjian Perdamaian itu, kreditur dagang yang mendukung penyelesaian utang akan menerima pelunasan dalam bentuk saham baru seri C, bukan uang tunai. Sebagai bagian dari skema besar ini, modal dasar perseroan disetujui naik dari Rp6.326.677.813.600 menjadi sebanyak-banyaknya Rp10.526.677.813.600, dan modal ditempatkan serta disetor naik dari Rp2.636.115.753.400 menjadi sebanyak-banyaknya Rp4.316.120.742.050.
