PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idCCC untuk PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) dan Obligasi II Adhi Commuter Properti Tahun 2022 Seri B senilai Rp102 miliar yang jatuh tempo 24 Mei 2027. Peringkat korporasi ADCP tetap berstatus CreditWatch dengan implikasi negatif, yaitu status pengawasan ketat yang menandakan kemungkinan penurunan peringkat lebih lanjut dalam waktu dekat. Sementara itu, Obligasi III Adhi Commuter Properti Tahun 2023 Seri A senilai Rp15,7 miliar (jatuh tempo 8 Desember 2026) dan Seri B senilai Rp484,2 miliar (jatuh tempo 8 Desember 2028) tetap mendapat peringkat tertinggi idAAA(cg), karena keduanya dijamin penuh oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), lembaga penjamin regional bentukan Bank Pembangunan Asia bersama negara-negara ASEAN+3. Periode berlaku peringkat ini adalah 7 September hingga 7 Desember 2026, dan hasilnya disampaikan ADCP ke OJK melalui surat nomor 437/ADCP-IX/2026 yang ditandatangani Direktur Keuangan Achmad Wachid Abdullah.

PEFINDO menyebut alasan utama status negatif ini adalah tingginya risiko ADCP gagal membayar kupon atau imbal hasil Sukuk Ijarah 2023 yang jatuh tempo 26 Oktober 2026, mengingat likuiditas perusahaan yang sangat lemah dan akses pendanaan yang terbatas. Lembaga pemeringkat itu menyatakan dapat menurunkan lagi peringkat ADCP apabila perusahaan tidak mampu melunasi kupon tersebut dalam masa tenggang pembayaran. Peringkat ADCP sudah merosot tajam dalam setahun terakhir, dari idBBB/Stabil pada September 2024, turun ke idBBB-/Negatif pada Mei dan September 2025, lalu idB/Negatif pada April 2026, sebelum jatuh ke idCCC/CreditWatch Negatif sejak Juni 2026 hingga laporan terbaru ini.

Data keuangan yang disertakan PEFINDO menunjukkan modal atau ekuitas ADCP anjlok dari Rp2,62 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp417,3 miliar pada akhir 2025, dan tersisa Rp365,4 miliar per Juni 2026, setelah perusahaan mencatat rugi bersih Rp2,1 triliun sepanjang 2025. Rasio utang berbunga terhadap EBITDA, yaitu ukuran laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, melonjak menjadi 57,5 kali secara tahunan per Juni 2026, dari 32,7 kali pada 2024 dan 11,5 kali pada 2023. Per 30 Juni 2026, pemegang saham ADCP adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 90 persen dan publik 10 persen.