PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menyampaikan laporan perkembangan realisasi rencana pemulihan kondisi penyebab suspensi sahamnya kepada Bursa Efek Indonesia, sesuai Peraturan BEI Nomor I-N ketentuan III.5.2. Laporan tertanggal 30 September 2026 ini ditandatangani Direktur Keuangan Achmad Wachid Abdullah dan merinci sepuluh butir rencana pemulihan, sebagian besar terkait negosiasi dengan pemegang Obligasi II dan Obligasi III perusahaan.
Untuk Obligasi II Seri B, Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 9 Mei 2025 menyetujui perpanjangan jangka waktu jatuh tempo pokok obligasi selama dua tahun menjadi 24 Mei 2027, dengan consent fee 0,1 persen dari nilai pokok dibayarkan sekali. RUPO 12 Desember 2025 menyetujui pengesampingan kewajiban cadangan kas sebesar satu kali bunga obligasi, menyusul penurunan peringkat obligasi dari idBBB menjadi idBBB-, sekaligus menambah kewajiban pelaporan kinerja keuangan bulanan termasuk progres penjualan lahan precast di Sentul. Perkembangan terbaru, RUPO 14 April 2026 menyetujui pengesampingan rasio keuangan dan penundaan pembayaran kupon untuk periode Mei 2026 sampai Februari 2027, yang akan dibayarkan bersamaan dengan jatuh tempo pokok pada Mei 2027.
Untuk Obligasi III Seri A dan B yang dijamin CGIF, ADCP mengajukan serangkaian permohonan RUPO ke wali amanat dan CGIF sejak Maret 2026 yang hingga laporan ini terbit masih dalam pembahasan, mencakup waiver rasio keuangan, perubahan penggunaan dana hasil obligasi, dan perubahan mekanisme penjamin. Pada 1 Juli 2026, ADCP meminta dukungan CGIF untuk menanggung pembayaran kupon periode Juni sampai Desember 2026 serta penundaan sementara pembayaran Guarantee Fee pada periode yang sama. Perusahaan juga menyampaikan rencana kerja pada 15 Juli 2026 untuk memenuhi kewajiban jangka pendek melalui divestasi lahan dan percepatan penjualan unit properti siap huni.
Selain restrukturisasi obligasi, ADCP tengah berkoordinasi dengan Danantara melalui induk usahanya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk pendanaan yang difokuskan mempercepat konstruksi sejumlah proyek, dengan tujuan mempercepat serah terima unit ke konsumen dan pencairan dana escrow. Perseroan juga tengah menegosiasikan penjadwalan ulang pokok dan bunga pinjaman perbankan, dengan target penyelesaian pada triwulan IV 2026.
