ADHI Berpotensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Rp60,8 Miliar
ADHI menyatakan berpotensi menunda pembayaran bunga obligasi ke-17 senilai Rp60,82 miliar yang jatuh tempo 24 Agustus 2026, setelah rapat pemegang obligasi gagal capai kuorum.
21 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyampaikan surat keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia yang menyatakan perseroan berpotensi menunda pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan C. Surat bernomor 014-19/2026/010 tertanggal 21 Agustus 2026 ini merujuk permintaan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas pembayaran bunga ke-17 senilai Rp60.824.400.000 yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026. Surat ditandatangani oleh Direktur Utama dan diketahui Corporate Secretary Siswanto, dengan tembusan kepada Otoritas Jasa Keuangan, KSEI, dan wali amanat PT Bank Mega Tbk.
Dalam surat itu, ADHI menyebut perusahaan menghadapi tekanan keuangan yang bersifat struktural dan saling berkaitan, yang berdampak pada kinerja konsolidasi serta posisi likuiditas dan solvabilitas induk usaha, termasuk kemampuan membayar kreditur. Kondisi ini membuat dana perseroan terbatas untuk memenuhi kewajiban bunga obligasi pada tanggal jatuh tempo. ADHI menyatakan tengah menjalankan langkah penyehatan usaha melalui program transformasi bisnis secara komprehensif, sambil tetap menjaga keberlangsungan operasional dan pemenuhan kewajiban lainnya.
Untuk menyelesaikan kewajiban kepada pemegang obligasi, ADHI sebelumnya telah menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 6 Agustus 2026 dengan mengusulkan perubahan dan/atau penundaan jadwal pembayaran bunga ke-17, 18, dan 19. Namun usulan tersebut belum mencapai kuorum persetujuan sehingga rapat belum bisa mengambil keputusan. Perseroan menyatakan akan berkoordinasi dengan wali amanat PT Bank Mega Tbk untuk menempuh langkah penyelesaian sesuai Akta Perjanjian Perwaliamanatan, termasuk kemungkinan menggelar RUPO lanjutan.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal ADHI? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.