PT AKR Corporindo Tbk menyampaikan materi Public Expose Tahunan yang akan digelar 8 September 2026 melalui IDX Public Expose Live, menyusul pengumuman rencana acara pada 24 Agustus 2026. Materi tersebut memuat profil bisnis, prospek usaha, kinerja keuangan semester I 2026, serta pencapaian ESG dan tata kelola perusahaan.

Dari sisi keuangan, kontribusi laba kotor segmen Kawasan Industri naik dari 19 persen pada semester I 2025 menjadi 26 persen pada semester I 2026, sementara segmen Perdagangan dan Distribusi turun dari 74 persen menjadi 68 persen. Pendapatan dari sektor utilitas JIIPE tumbuh 37 persen secara tahunan meski ada penundaan operasional di pabrik smelter tembaga yang beroperasi di kawasan tersebut. Pada semester ini juga tercatat transaksi penjualan tanah kepada perusahaan kimia asal Tiongkok, perusahaan manufaktur kaca asal Tiongkok, dan perusahaan pengolahan gandum dalam negeri. Perusahaan mencatat ROE di kisaran 20-22 persen dan ROA 7-8 persen, dengan rasio utang terhadap ekuitas 0,3 kali dan posisi kas bersih atau net gearing -0,24 kali.

Di lini infrastruktur energi, AKR menyebutkan total kapasitas tangki penyimpanan akan mencapai 860.400 kiloliter mulai kuartal IV 2026. Untuk proyek LNG, perusahaan pada 2026 meneken perjanjian usaha patungan dengan BW FSRU VII, anak perusahaan tidak langsung BW LNG, serta kontrak pembangunan kapal FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik dengan HD Hyundai Heavy Industries di Ulsan, Korea Selatan. Terminal LNG ditargetkan beroperasi dengan kapasitas 4 MTPA pada semester kedua 2029. Di segmen ritel, AKR mengoperasikan 107 SPBU AKR dan 75 SPBU bp AKR, dengan sebaran terbanyak di Bodetabek sebanyak 35 unit dan Jakarta 23 unit.