Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berencana menerbitkan 218.090.317 saham baru seri B dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan Rp325 per saham, setara 5,79 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah transaksi, lewat skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Seluruh saham baru ini akan diserahkan kepada dua kreditor asing, HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, sebagai pelunasan utang sebesar US$4.108.948 memakai kurs kesepakatan Rp17.250 per dolar AS, atau setara sekitar Rp70,9 miliar. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan realisasi konversi dan penerbitan saham diperkirakan sekitar 20 Oktober dan paling lambat 31 Oktober 2026.
Berdasarkan rincian struktur permodalan dalam dokumen, porsi kepemilikan pengendali PT Aserra Capital akan turun dari 53,51 persen menjadi 50,41 persen, meski jumlah sahamnya tetap 1.897.730.677 lembar karena yang bertambah adalah total saham beredar. Pemegang saham lain yang ikut terdilusi adalah Standard Chartered Bank Singapore S/A Augusta Investment Pte Ltd dari 6,23 persen menjadi 5,86 persen, Komisaris Eka Dharmajanto Kasih dari 0,81 persen menjadi 0,76 persen, dan pemegang saham publik dari 39,46 persen menjadi 37,17 persen. Sebagai gantinya, dua kreditor itu akan tercatat sebagai pemegang saham baru, HSBC Bank PLC mendapat 62.311.515 saham seri B (1,66 persen) dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited mendapat 155.778.802 saham seri B (4,14 persen). Perseroan menegaskan transaksi ini tidak mengubah status pengendali karena PT Aserra Capital tetap memegang saham mayoritas.
Utang ini berasal dari Perjanjian Fasilitas 2022 senilai pokok US$35 juta yang semula jatuh tempo 18 Mei 2026, lalu diperpanjang tiga kali berturut-turut ke 8 Juni, 8 Juli, dan terakhir 31 Juli 2026. Perseroan menyatakan arus kasnya belum sepenuhnya cukup untuk melunasi seluruh kewajiban pada saat jatuh tempo, sehingga disepakati penyelesaian sebagian utang secara tunai, perpanjangan sebagian tenor, dan konversi sisa US$4.108.948 menjadi saham baru lewat perjanjian perubahan yang diteken 31 Juli 2026. Harga konversi Rp325 per saham ditetapkan di atas rata-rata harga penutupan saham Apexindo selama 25 hari bursa terakhir dan jauh di atas batas harga minimum bursa Rp50, sehingga menurut Perseroan jumlah saham baru yang diterbitkan dan tingkat dilusi pemegang saham lama menjadi lebih kecil dibanding jika memakai acuan harga pasar saat itu.
