PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul lonjakan aktivitas perdagangan sahamnya pada 19 Agustus 2026. Volume transaksi APLN melonjak menjadi 780.648.200 saham dengan frekuensi 46.305 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 264.157.100 saham dengan 13.390 kali transaksi. Harga saham ditutup naik Rp8 atau 5,84 persen, dari Rp137 menjadi Rp145. Lonjakan volume dan harga inilah yang membuat BEI mengirim surat permintaan penjelasan bernomor S-10881/BEI.PP2/08-2026 tertanggal 20 Agustus 2026.

Menjawab lima pertanyaan baku BEI, Sekretaris Perusahaan APLN, F. Justini Omas, menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material apa pun yang dapat memengaruhi nilai atau harga sahamnya, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 31/POJK.04/2015 dan ketentuan III.2.1 Peraturan I-E BEI. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas jual beli saham oleh direksi, komisaris, maupun pemegang saham mayoritas sesuai POJK Nomor 4 Tahun 2024, dan mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada pemegang saham mayoritas bahwa tidak ada transaksi tertentu yang akan dilakukan saat ini. Soal rencana aksi korporasi, perseroan menyebut tidak memiliki rencana dalam tiga bulan ke depan yang berdampak pada pencatatan sahamnya di bursa, dan berjanji akan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi bila rencana semacam itu muncul kemudian.

Surat tanggapan bernomor 020/APLN-CM/VIII.2026 itu ditandatangani F. Justini Omas selaku Sekretaris Perusahaan dan ditujukan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Adi Pratomo Aryanto.