PT Remala Abadi Tbk (DATA) menyampaikan koreksi laporan keuangan interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Penyampaian ini disertai surat keterbukaan informasi bertanggal 29 Oktober 2026 yang ditandatangani Direktur Utama Agus Setiono, menjelaskan perubahan pos total aset dan total liabilitas perseroan yang melampaui 20 persen, ambang batas yang mewajibkan emiten memberi penjelasan resmi ke Bursa Efek Indonesia.

Total aset perseroan naik dari Rp1,007 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp1,302 triliun pada 30 September 2026, bertambah sekitar Rp295 miliar atau 29,3 persen. Kenaikan terbesar berasal dari aset tetap yang naik dari Rp588,4 miliar menjadi Rp811,1 miliar, bertambah Rp222,7 miliar, sejalan dengan bisnis utama grup di infrastruktur telekomunikasi dan jaringan fiber. Piutang usaha pihak ketiga juga melonjak dari Rp17,65 miliar menjadi Rp51,27 miliar, sementara kas dan setara kas naik dari Rp24,26 miliar menjadi Rp31,47 miliar.

Di sisi liabilitas, utang bank jangka pendek turun dari Rp426,14 miliar menjadi Rp226,50 miliar, berkurang Rp199,64 miliar atau 46,9 persen. Utang usaha pihak ketiga juga turun dari Rp55,38 miliar menjadi Rp30,68 miliar, dan uang muka pelanggan jangka pendek merosot tajam dari Rp42,26 miliar menjadi hanya Rp4,67 miliar. Sebaliknya, utang pajak naik dari Rp14,52 miliar menjadi Rp18,83 miliar.

Dokumen ini juga memuat daftar tujuh anak usaha Remala Abadi, mayoritas bergerak di jasa telekomunikasi dan jaringan, dengan kepemilikan berkisar 51 persen hingga 99 persen. Dua di antaranya, PT Solusi Aplikasi Andalan Semesta dan PT Clara Dinamika Abadi, tercatat belum beroperasi secara komersial per laporan ini.