Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ungkap 12,6 GW pembangkit listrik nasional masih berbahan bakar solar, pemerintah percepat PLTS 100 GWp untuk tekan impor BBM.
25 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pembangkit listrik dengan total kapasitas 12,6 gigawatt di Indonesia masih menggunakan bahan bakar solar atau diesel. Temuan ini menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak, yang diharapkan menekan konsumsi solar sekaligus mengurangi impor bahan bakar minyak.
Menurut Bahlil, kebutuhan solar untuk menggerakkan pembangkit berkapasitas 12,6 gigawatt tersebut mencapai 230 ribu hingga 250 ribu barel per hari. Program PLTS 100 gigawatt-peak resmi diluncurkan sekaligus dilakukan groundbreaking di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026), dan terhubung secara daring dengan tiga lokasi lain, yaitu PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri (Jawa Tengah), PLTS Desa Sembur di Batam (Kepulauan Riau), serta PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.
Angka BPSNilai impor
25,9 miliar US$Juni 2026
Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Naik 1,10 miliar US$ dibanding Mei 2026. Tertinggi dalam 30 bulan yang tercatat. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (21.363,0).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.
Bahlil menyebut pemanfaatan PLTS berkapasitas 1 gigawatt di Bali berpotensi menghemat konsumsi solar PLN sekitar 0,5 juta hingga 0,6 juta kiloliter. Proyek di Gilimanuk masuk dalam Program Fat Burning Bali yang dirancang mengganti pembangkit berbahan bakar BBM dengan pembangkit tenaga surya, terdiri dari PLTS berkapasitas 300 megawatt-peak dan baterai penyimpan energi (BESS) berkapasitas 1.000 megawatt-hour, di atas lahan sekitar 321 hektare.
Presiden Prabowo Subianto menyebut pembangunan PLTS 100 gigawatt-peak ini bukan sekadar proyek penambahan kapasitas pembangkit listrik semata.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.