Bayer Indonesia meluncurkan platform digital bernama FARMRISE dalam acara Jambore SOBAT Bayer di Malang, Jawa Timur. Aplikasi ini dirancang sebagai pendamping petani sepanjang musim tanam, mulai dari persiapan lahan sampai panen, dan menyasar langsung populasi petani milenial yang menurut Bayer berjumlah sekitar 6,18 juta orang serta makin terbuka memakai teknologi dalam usaha taninya.

Dalam satu aplikasi, FARMRISE menggabungkan beberapa layanan sekaligus: modul "Belajar Tani" berisi materi cara budi daya tanaman, informasi prakiraan cuaca, dan fitur Anti-Counterfeit untuk mengecek keaslian produk pertanian yang dibeli petani. Bayer juga berencana menambahkan fitur bernama AI Crop Doctor, yakni alat diagnosa penyakit tanaman berbasis kecerdasan buatan, agar petani bisa langsung mendapat gambaran penanganan saat tanaman mereka bermasalah.

Auzan Baiquni, Customer Experience Direct to Farmer Manager Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, mengatakan akses terhadap informasi yang tepercaya penting agar petani bisa mengambil keputusan usaha tani yang sesuai kondisi di lapangan. FARMRISE juga dihubungkan dengan komunitas SOBAT Bayer dan program Better Life Farming, sehingga pengguna aplikasi bisa saling berbagi pengalaman dan memperluas jaringan sesama petani.