PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyampaikan materi public expose tahunan yang akan digelar di Jakarta pada 10 September 2026. Dokumen tersebut memuat kinerja keuangan konsolidasi hingga semester I 2026, dengan laba bersih Rp2,402 triliun, naik 40,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1,706 triliun. Total kredit dan pembiayaan tumbuh 11,2 persen secara tahunan menjadi Rp418,1 triliun, dana pihak ketiga naik 6,6 persen menjadi Rp433,0 triliun, dan total aset mencapai Rp545,2 triliun atau naik 12,4 persen.
Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit macet atau NPL gross turun ke 3,0 persen dari 3,3 persen setahun sebelumnya, rasio kredit berisiko (loan at risk) turun ke 18,6 persen dari 20,2 persen, dan biaya pencadangan kredit bermasalah turun ke 0,7 persen dari 2,0 persen. Rasio kecukupan modal tier 1 naik ke 18,0 persen dari 16,2 persen, dengan total rasio kecukupan modal 20,0 persen. Namun margin bunga bersih turun ke 3,5 persen dari 4,4 persen, dan rasio biaya operasional terhadap pendapatan naik ke 50,5 persen dari 43,8 persen.
Dalam strategi ekspansi di luar segmen perumahan, BTN mengakuisisi portofolio kredit dari SMBC Indonesia dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp12,6 triliun dengan rata-rata imbal hasil 13,7 persen dan tenor sekitar tujuh tahun, ditandatangani melalui perjanjian jual beli pada Juni 2026. Tahap kedua senilai Rp7,3 triliun, terdiri dari portofolio kredit yang dikelola institusi non-Taspen seperti ASABRI, dieksekusi pada 14 Agustus 2026. Setelah kedua akuisisi ini, jumlah rekening kredit BTN bertambah signifikan menjadi 344,6 ribu.
Dokumen juga menyebut Kementerian Keuangan mengalokasikan hampir Rp400 triliun kepada bank-bank BUMN untuk memperkuat likuiditas, dengan BTN menerima Rp38,3 triliun. Untuk target tahun 2026, manajemen memasang panduan pertumbuhan kredit 8 sampai 10 persen, pertumbuhan dana pihak ketiga 7 sampai 9 persen, rasio biaya kredit 1,0 sampai 1,2 persen, dan NPL gross di bawah 3,0 persen, sementara realisasi semester I 2026 untuk pertumbuhan kredit sudah melampaui batas atas panduan tersebut.
