PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), resmi mengakuisisi 45 persen saham PT Sumber Bara Abadi (SBA) pada 8 Oktober 2026. SBA memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017, yaitu izin yang membolehkan perusahaan menambang dan menjual batu bara secara komersial, bukan sekadar mengeksplorasi. Area tambangnya mencakup 4.909 hektare di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan salah satu lokasi kegiatan di Desa Manunggal Daya, Sebulu.

BIKE menyebut cadangan batu bara di lahan tersebut sekitar 86 juta metrik ton. Perusahaan memproyeksikan pendapatan sebesar US$84 juta dari rata-rata produksi 2 juta metrik ton batu bara per tahun, dan berencana menaikkan produksi menjadi 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029. Akuisisi ini juga mencakup aset pendukung milik SBA, yaitu fasilitas pelabuhan, conveyor belt, kantor, dan peralatan operasional lainnya, yang menurut BIKE bisa memperkuat rantai pasok bisnis barunya di sektor tambang.

Laporan ke Bursa Efek Indonesia ditandatangani Winston Mulyadi selaku Direktur BIKE, sementara surat pemberitahuan yang lebih rinci ditandatangani Muhamad Kuswandi selaku Direktur I, dengan tembusan kepada Eric Kusuma selaku Direktur Utama dan Sendi selaku Komisaris Utama BIKE. Dalam suratnya, BIKE menyebut langkah ini sebagai diversifikasi dari bisnis utamanya di perdagangan alat olahraga dan alat transportasi darat, ke sektor pertambangan batu bara. Nilai transaksi pembelian 45 persen saham SBA tidak disebutkan dalam laporan ini, dan BIKE menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut sesuai perkembangan proyek.