PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat kredit sejumlah instrumen utang Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) satu tingkat, berdasarkan hasil rapat komite pemeringkat pada 9 September 2026. Peringkat perusahaan secara keseluruhan kini idAA- dengan outlook stabil, seperti disampaikan Direktur Utama BJBR, Ayi Subarna, dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 14 September 2026. Peringkat idAA- berarti kemampuan Bank BJB membayar utang jangka panjangnya dinilai sangat kuat dibanding emiten lain di Indonesia, meski satu tingkat di bawah peringkat tertinggi kategori AA.

Penurunan terjadi di hampir semua lini surat utang bank ini. Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi Keberlanjutan senilai maksimum Rp2 triliun turun dari idAA menjadi idAA-. PUB I Surat Berharga Perpetual senilai maksimum Rp3 triliun turun dari idA menjadi idA-. Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I 2024 dan Tahap II 2026 senilai Rp1,93 triliun turun dari idAA menjadi idAA-. Sejumlah obligasi subordinasi Berkelanjutan II, III, dan IV senilai total Rp3,77 triliun turun dari idA+ menjadi idA. Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I 2024 senilai maksimum Rp1 triliun turun dari idA menjadi idA-. Seluruh peringkat baru ini berlaku untuk periode 9 September 2026 sampai 1 September 2027 dengan outlook stabil.

Rekapitulasi pemantauan mencakup 13 seri obligasi dan surat berharga yang beredar: Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2019 Seri C senilai Rp74 miliar jatuh tempo 18 Oktober 2026 (idAA-); Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Tahap I 2021 Seri B senilai Rp621 miliar jatuh tempo 15 Juli 2028 (idA); Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Tahap II 2022 Seri A senilai Rp399,91 miliar jatuh tempo 9 Juni 2027 (idA); Seri B senilai Rp600,09 miliar jatuh tempo 9 Juni 2029 (idA); Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I 2020 Seri B senilai Rp368 miliar jatuh tempo 3 Maret 2027 (idA); Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Tahap I 2024 Seri A senilai Rp744,265 miliar jatuh tempo 5 Juli 2029 (idA); Seri B senilai Rp697,045 miliar jatuh tempo 5 Juli 2031 (idA); Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I 2024 Seri A senilai Rp200 miliar jatuh tempo 10 Desember 2027 (idAA-); Seri B senilai Rp800 miliar jatuh tempo 10 Desember 2029 (idAA-); Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I 2024 senilai Rp1 triliun jatuh tempo 10 Juni 2030 (idA-); Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap II 2020 Seri B senilai Rp337,42 miliar jatuh tempo 17 November 2027 (idA); Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II 2026 Seri A senilai Rp691,34 miliar jatuh tempo 15 April 2029 (idAA-); dan Seri B senilai Rp241,075 miliar jatuh tempo 15 April 2031 (idAA-). Seluruhnya disertai outlook stabil untuk periode 9 September 2026 hingga 1 September 2027.

Bank BJB dalam laporannya ke OJK menyatakan tidak ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha dari hasil pemeringkatan ini. Surat tersebut ditembuskan ke Bursa Efek Indonesia, PT Bank Mega Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk.