Bursa Efek Indonesia mengumumkan bahwa Obligasi Berkelanjutan I Bank BJB Tahap III Tahun 2019 Seri C dengan kode BJBR01CCN3 tidak lagi tercatat dan tidak bisa diperdagangkan di bursa mulai 19 Oktober 2026. Obligasi senilai Rp74 miliar ini diterbitkan pada 18 Oktober 2019 dengan bunga tetap 8,75 persen per tahun dan jatuh tempo pada 18 Oktober 2026, tujuh tahun setelah penerbitan. Seri C merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan senilai total Rp248 miliar pada tahap III 2019, yang juga mencakup Seri A senilai Rp66 miliar dan Seri B senilai Rp108 miliar.

Dalam surat tertanggal 25 September 2026 kepada BEI, Direktur Keuangan bank bjb Hana Dartiwan menyatakan perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp75.618.750.000 untuk melunasi obligasi tersebut, terdiri dari pokok Rp74 miliar dan bunga atau kupon terakhir sebesar Rp1.618.750.000. Surat ini merupakan pemenuhan kewajiban bank bjb berdasarkan aturan BEI yang mengharuskan emiten melaporkan kesiapan dana pelunasan paling lambat 15 hari bursa sebelum obligasi jatuh tempo.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan bank bjb per 31 Agustus 2026, dana pelunasan tersebut ditempatkan pada pos Penempatan Pada Bank Indonesia. Obligasi Tahap III 2019 ini sendiri merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I Bank BJB dengan target total penghimpunan dana Rp3,5 triliun, setelah sebelumnya perseroan menerbitkan Tahap I pada 2017 senilai Rp1,5 triliun dan Tahap II pada 2018 senilai Rp1,752 triliun.