PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 4 September 2026, menindaklanjuti surat pemberitahuan penyelenggaraan acara yang dikirim 24 Agustus 2026. Dokumen ditandatangani Corporate Secretary Fenty Rischana K. Secara konsolidasi bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB), aset Bank Jatim per semester I 2026 tercatat Rp162,06 triliun, naik 37,16 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dana pihak ketiga konsolidasi naik 31,47 persen menjadi Rp120,43 triliun, kredit yang disalurkan naik 41,68 persen menjadi Rp111,29 triliun, dan ekuitas naik 3,94 persen menjadi Rp13,06 triliun. Laba bersih konsolidasi melonjak 53,49 persen menjadi Rp1.245 miliar, tetapi porsi laba yang menjadi hak pemegang saham entitas induk hanya naik 3,05 persen menjadi Rp729 miliar, menandakan sebagian besar kenaikan laba dinikmati bank-bank anggota KUB, bukan Bank Jatim sendiri.

Gambaran berbeda muncul dari kinerja Bank Jatim sebagai entitas tunggal (bank only). Per Juli 2026, asetnya justru turun 6,62 persen menjadi Rp98,09 triliun dibanding Juli 2025, dan dana pihak ketiga turun 10,65 persen menjadi Rp72,97 triliun, dengan giro anjlok 14,94 persen dan deposito berjangka turun 16,04 persen. Laba bersih bank only untuk periode tujuh bulan tetap naik tipis 1,76 persen menjadi Rp802 miliar. Dari sisi rasio, kredit bermasalah (NPL) naik dari 3,88 persen di akhir 2025 menjadi 4,24 persen per Juli 2026, sementara rasio pencadangan atau coverage ratio turun dari 102,12 persen menjadi 94,34 persen dalam periode yang sama. Marjin bunga bersih (NIM) melandai dari 6,15 persen menjadi 5,93 persen, rasio biaya operasional terhadap pendapatan (BOPO) naik dari 79,92 persen menjadi 82,15 persen, dan return on equity (ROE) turun dari 13,35 persen menjadi 11,19 persen.

Dari sisi digital banking, jumlah pengguna Jconnect Mobile mencapai 1.021.998 orang, naik 13,34 persen dibanding tahun lalu, dengan nilai transaksi Rp44,01 triliun atau naik 11,43 persen. Pengguna QRIS BJTM tercatat 224.686 orang, naik 17,09 persen, meski nilai transaksinya justru turun tipis 0,74 persen menjadi Rp3,23 triliun. Materi ini juga memaparkan penguatan sinergi bisnis KUB melalui kerja sama international banking, layanan custody dan bank notes, integrasi sistem pembayaran digital untuk rumah sakit daerah, serta pembiayaan khusus bagi aparatur sipil negara.

Di bagian keberlanjutan, portofolio kredit berkelanjutan Bank Jatim per akhir 2025 mencapai Rp5,40 triliun, dengan porsi terbesar untuk efisiensi energi (34 persen) dan pengelolaan sumber daya alam hayati serta lahan berkelanjutan (25 persen). Skor ESG Risk Rating dari Sustainalytics per 3 Agustus 2026 berada di angka 22,45 dengan kategori risiko menengah atau medium risk.