PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia soal rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV), menyusul surat bursa bernomor S-13313/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 21 Oktober 2026 yang diterima perseroan sehari setelahnya. Dalam surat balasan bernomor XXXVII/918/AA/JKT/10/2026 yang ditandatangani Direktur Utama Kasemsri Charoensiddhi dan Direktur Kepatuhan Viktor Ebenheizer Fanggidae, bank menjelaskan bahwa harga pelaksanaan saham baru sebesar Rp350 per saham ditentukan berdasarkan nilai buku perseroan, disesuaikan dengan harga pasar saham bank-bank sejenis. Dana hasil rights issue akan dipakai sebagai modal kerja untuk memperbesar penyaluran kredit, dengan target pertumbuhan portofolio kredit sebesar Rp3,8 triliun pada 2027, difokuskan ke nasabah korporasi yang punya fundamental usaha kuat dan tata kelola baik. Kebutuhan dana ini dihitung dari proyeksi bahwa kredit akan tumbuh lebih cepat dari pertumbuhan dana pihak ketiga alias simpanan nasabah, sehingga bank perlu modal tambahan untuk menjaga rasio likuiditas tetap aman.

Soal pembeli siaga, BMAS mengonfirmasi bahwa KVF, pemegang sekitar 86,03 persen saham perseroan, akan membeli seluruh sisa saham baru yang tidak diambil pemegang saham lain, dengan jumlah maksimum 2.845.572.687 saham di harga Rp350 per saham. Komitmen ini tertuang dalam Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham No. 92 tanggal 27 Agustus 2026 di hadapan notaris Mala Mukti, dan KVF sudah menunjukkan bukti kecukupan dana lewat informasi rekening bank per 26 Agustus 2026. Perseroan menegaskan tidak ada syarat atau kondisi apa pun yang bisa membuat KVF batal menjalankan komitmennya, dan tidak ada pembatasan dalam perjanjian lain yang bisa menghambat rights issue ini atau merugikan pemegang saham publik.

Namun bank juga mengakui bahwa setelah PMHMETD IV selesai, persentase saham yang beredar bebas di publik tidak akan memenuhi syarat minimum 15 persen yang ditetapkan bursa, terutama pada skenario kedua yang bisa mendilusi kepemilikan saham publik hingga 13,70 persen. BMAS menyebut sedang menjajaki masuknya mitra strategis baru, investment teaser sudah disiapkan dan dipresentasikan ke calon investor terpilih, dan prosesnya sudah masuk tahap due diligence, namun rinciannya belum bisa diungkap karena masih terikat perjanjian kerahasiaan. Perseroan meminta waktu sampai paling lambat 31 Maret 2028 untuk memenuhi kembali syarat free float minimum tersebut. Bank juga menyatakan tidak ada informasi atau fakta material lain yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga sahamnya.