PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS), yang dulu bernama PT Bank Maspion Indonesia Tbk, menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) II yang efektif sejak 10 November 2022. Koreksi ini menggantikan surat sebelumnya bernomor XXXVII/442/AA/SBY/07/2026 tertanggal 9 Juli 2026, dan disampaikan lewat surat baru bernomor XXXVII/762/AA/SBY/09/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Head of Corporate Secretary Iwan Djayawasita pada 24 September 2026.
Dari total dana hasil rights issue sebesar Rp1.712.510.076.450, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp5.002.287.215, hasil bersih yang diterima perseroan adalah Rp1.707.507.789.235. Per posisi 30 Juni 2026, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp1.601.203.895.915,58, sehingga tersisa Rp106.303.893.319,42 yang ditempatkan pada instrumen SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) berjangka waktu 3 bulan dengan imbal hasil 6,79 persen, pada pihak yang tidak terkait dengan perseroan.
Rincian per pos penggunaan dana menunjukkan penyaluran kredit sudah terealisasi penuh Rp1.109.880.063.002,75 atau 65 persen dari dana, sesuai rencana awal di prospektus. Investasi teknologi informasi baru terealisasi Rp375.821.468.992,48 atau 22,01 persen, di bawah rencana 25 persen, karena proyek TI masih dalam tahap persiapan oleh tim internal perseroan dan ditargetkan rampung kuartal IV 2026. Pengembangan sumber daya manusia terealisasi Rp56.924.495.119,35 atau 3,33 persen dari rencana 5 persen dengan target kuartal IV 2028, sementara pengembangan jaringan kantor baru mencapai Rp58.577.868.801 atau 3,43 persen dari rencana 5 persen karena pembayaran sewa dua gedung belum jatuh tempo, dengan target realisasi kuartal I 2029.
Dari sisi biaya penawaran umum sebesar Rp5.002.287.215, komponen terbesar adalah biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp2.185.325.000, biaya konsultasi keuangan Rp1.660.000.000, biaya lain-lain yang diatribusikan langsung sebagai biaya emisi Rp1.045.952.215, dan biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp111.010.000. Perseroan mencatat biaya jasa penjaminan, penyelenggaraan, dan penjualan emisi sebesar nol.
