PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) keempat, sesuai keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 8 September 2026. Perseroan akan menerbitkan 2.874.315.845 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara 13,70 persen dari total modal disetor setelah aksi ini rampung. Setiap pemegang 655 saham lama berhak atas 104 hak memesan saham baru, dan setiap satu hak bisa ditukar dengan satu saham baru seharga Rp350 per saham. Jika seluruh hak dilaksanakan, dana yang masuk ke kas perseroan mencapai Rp1,01 triliun, dan seluruhnya akan dipakai sebagai modal kerja untuk mendukung peningkatan penyaluran kredit.
Pemegang saham utama BMAS, Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd (KVF), yang menguasai 86,03 persen saham atau 15.574.208.968 lembar, menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya sebanyak 2.543.333.619 hak. Angka itu terdiri dari jatah haknya sendiri sebanyak 2.472.851.500 hak, ditambah 70.482.119 hak yang dialihkan dari Kasikornbank Public Company Limited (KBANK). KBANK, yang memegang 2,45 persen saham BMAS, memilih tidak mengeksekusi haknya sendiri dan menyerahkan seluruhnya ke KVF. Pemegang saham lain, KVFI, dengan kepemilikan 1,00 persen, akan melaksanakan penuh 28.743.158 haknya. Jika masih ada saham baru yang tidak terserap pemegang saham lain, KVF bertindak sebagai pembeli siaga yang wajib menyerap sisanya sesuai perjanjian pembelian sisa saham.
Bagi pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya, dilusi kepemilikan maksimum yang harus ditanggung mencapai 13,70 persen. Dengan asumsi seluruh pemegang saham existing melaksanakan haknya, komposisi kepemilikan pasca rights issue bergeser tipis: porsi KVF naik dari 86,03 persen menjadi 86,37 persen, KBANK turun dari 2,45 persen menjadi 2,12 persen karena tidak menambah saham, sementara KVFI dan publik tetap masing-masing di 1,00 persen dan 10,52 persen. Total saham beredar perseroan bertambah dari 18.102.662.304 menjadi 20.976.978.149 lembar. Jadwal aksi korporasi ini dimulai dari RUPSLB pada 27 Agustus 2026, dengan tanggal efektif pada 13 November 2026, periode perdagangan HMETD berlangsung 27 November hingga 3 Desember 2026, dan batas akhir pembayaran pesanan saham tambahan pada 7 Desember 2026, diikuti tanggal penjatahan pada 8 Desember 2026.
