PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS), yang sebelumnya bernama Bank Maspion Indonesia, mengoreksi surat keterbukaan informasi nomor 037/BMAS-CS/VIII/2026 tanggal 7 Agustus 2026 lewat surat baru bernomor 039/BMAS-CS/VIII/2026 tanggal 19 Agustus 2026. Isinya tetap sama, yaitu rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu keempat atau PMHMETD IV, yakni penerbitan saham baru yang lebih dulu ditawarkan kepada pemegang saham lama sebelum ke investor lain. Perseroan berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 2.875.000.000 lembar, setara 15,88 persen dari total saham yang sudah beredar saat ini, dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Bagi pemegang saham yang memilih tidak menebus haknya, porsi kepemilikan mereka di perseroan berpotensi tergerus hingga maksimum 13,71 persen. Persetujuan rencana ini akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 08.30 hingga 10.30 WIB, di Gedung Pacific Century Place Ruang B Lantai B1, SCBD, Jakarta Selatan. Harga pelaksanaan saham baru dan jumlah final yang akan diterbitkan belum ditentukan, baru akan diungkap dalam prospektus setelah pernyataan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinyatakan efektif. Setelah RUPSLB menyetujui, perseroan punya waktu paling lama 12 bulan untuk merealisasikan penerbitan saham ini.
Seluruh dana bersih hasil PMHMETD IV, setelah dikurangi biaya-biaya penerbitan, rencananya dipakai sebagai modal kerja untuk memperbesar penyaluran kredit perseroan. Struktur permodalan sebelum dan sesudah aksi korporasi ini belum diungkapkan dan baru akan disampaikan setelah angkanya ditentukan. Direksi dan Dewan Komisaris BMAS menyatakan telah menyetujui keterbukaan informasi ini dan bertanggung jawab atas kebenaran informasi yang disampaikan.
