PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan keterbukaan informasi bahwa perseroan telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2016 Seri C senilai Rp2,4 triliun. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 30 September 2026. Laporan disampaikan secara elektronik dan ditandatangani oleh Corporate Secretary Adhika Vista pada 7 September 2026 pukul 18.32 WIB.

Dalam suratnya, Bank Mandiri hanya menegaskan bahwa dana pokok sebesar Rp2,4 triliun itu sudah disiapkan, tanpa merinci sumber dana atau instrumen penempatannya. Pada kolom dampak kejadian terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha, perseroan menuliskan tanda strip, yang berarti tidak ada dampak khusus yang diungkapkan di luar pembayaran itu sendiri.

Laporan ini muncul tak lama setelah lembaga pemeringkat Pefindo menegaskan peringkat idAAA, peringkat tertinggi, dengan outlook naik menjadi positif untuk delapan seri obligasi Bank Mandiri, serta setelah bank membagikan dividen interim Rp6,16 triliun kepada pemegang saham. Ketiga kabar itu sama-sama menggambarkan posisi kas dan permodalan bank yang terjaga menjelang jatuh tempo obligasi ini.