PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melaporkan kinerja konsolidasian tidak diaudit untuk sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan tercatat US$501 juta, naik 9,5 persen dari US$457 juta pada periode yang sama tahun lalu. EBITDA naik 10,9 persen menjadi US$442 juta dengan marjin EBITDA membaik ke 88,2 persen dari 87,1 persen. Laba bersih setelah pajak melonjak 21,8 persen menjadi US$161 juta dari US$132 juta, dengan porsi yang menjadi hak pemegang saham utama BREN sebesar US$133 juta dan sisanya US$28 juta untuk pemegang saham nonpengendali. Perseroan menyebut kenaikan laba ini didorong oleh laba operasional yang lebih tinggi serta beban keuangan yang turun 3,2 persen menjadi US$85 juta.

Dari sisi neraca, total aset BREN naik 6,3 persen menjadi US$4,11 miliar dan total ekuitas naik 14,2 persen menjadi US$1,01 miliar per akhir September 2026. Total utang naik tipis 3,8 persen menjadi US$2,165 miliar, tetapi utang bersih justru turun 2,4 persen menjadi US$1,617 miliar. Akibatnya, rasio utang terhadap ekuitas membaik ke 2,15 kali dari 2,36 kali, dan rasio utang bersih terhadap ekuitas turun ke 1,60 kali dari 1,87 kali pada akhir 2025.

Secara operasional, BREN menyelesaikan proyek retrofit Unit 3 Darajat pada Oktober 2026, yang menaikkan kapasitas pembangkit unit tersebut dari 122 MW menjadi 130,55 MW. Dengan tambahan ini, total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan menjadi 935,55 MW, melanjutkan penyelesaian retrofit Wayang Windu yang rampung lebih awal tahun ini. Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan proyek retrofit ini selesai sesuai jadwal tanpa insiden keselamatan kerja, dan Perseroan kini semakin mendekati target kapasitas panas bumi sebesar 1 gigawatt.