PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menggelar public expose tahunan pada 7 September 2026 dengan memaparkan kinerja keuangan konsolidasi per akhir Juni 2026. Total aset perseroan tercatat Rp23.302 miliar, naik 8 persen dibanding periode sama tahun lalu, ditopang pembiayaan bruto yang tumbuh 9 persen menjadi Rp11.032 miliar. Ekuitas ikut naik 6 persen menjadi Rp10.258 miliar, sementara total dana pihak ketiga tumbuh 6 persen menjadi Rp12.180 miliar. Meski neraca membesar, laba bersih setelah pajak semester I 2026 hanya naik tipis 2 persen menjadi Rp655 miliar, dibanding Rp644 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi rasio, kecukupan modal (CAR) BTPS tercatat sangat tebal di 58,7 persen, jauh di atas rata-rata bank umum syariah lain yang menurut data Statistik Perbankan Indonesia per Mei 2026 hanya 23,7 persen. Kualitas pembiayaan juga membaik, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) turun dari 3,34 persen pada Juni 2025 menjadi 2,74 persen pada Juni 2026, dan NPF net nyaris nol karena pencadangan kerugian yang besar. Namun rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income) naik dari 48 persen menjadi 52 persen, sementara imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) turun dari 14,2 persen menjadi 13,5 persen dan imbal hasil terhadap aset (ROA) turun dari 7,6 persen menjadi 7,2 persen dibanding semester I tahun lalu.

Untuk sisa tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan laba bersih setelah pajak di kisaran belasan persen tinggi (mid double digit), jauh di atas pertumbuhan 2 persen yang tercapai di semester pertama. Strategi yang disiapkan antara lain memperluas skema pembiayaan kelompok dengan jaminan lunak (soft collateral) dari 10 wilayah menjadi 60 lokasi mulai semester kedua 2026, dengan prioritas di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi Selatan. Perseroan juga memperluas pembiayaan individu (Individual Financing) yang per Juni 2026 outstanding-nya mencapai Rp59,7 miliar dari 4.368 nasabah dengan tingkat pembayaran tepat waktu 97,2 persen, serta menyalurkan pembiayaan ke lembaga keuangan nonbank meliputi Pegadaian, CIMB Niaga Auto Finance, Sarana Multi Infrastruktur, dan Sarana Multigriya Financial. Di sisi produk kekayaan (wealth management), BTPS mencatat dana kelolaan sukuk Rp16,9 miliar, produk bancassurance bersama Allianz Syariah Rp1,5 miliar, dan Cash Waqf Linked Deposit Rp3,7 miliar.