PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menggelar public expose tahunan pada 7 September 2026 yang dihadiri 151 peserta di luar manajemen dan karyawan, terdiri dari investor, analis, anggota bursa, dan media. Dalam laporan resminya ke Bursa Efek Indonesia, perseroan menyampaikan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) April 2026 telah mengubah susunan Dewan Komisaris, dengan Mulya E. Siregar diangkat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, serta penambahan satu komisaris perempuan, Sendiaty Sondy, sehingga jumlah komisaris perempuan menjadi dua orang.

Dari sisi kinerja, BTPS membukukan laba bersih Rp655 miliar pada semester satu 2026, dengan total aset tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp23 triliun dan pembiayaan naik 9 persen menjadi Rp11 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 58,7 persen dan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) turun ke 2,74 persen pada Juni 2026, dari sempat mencapai 3,97 persen pada akhir 2024. Perseroan juga merinci perkembangan bisnis di luar segmen inti ultra mikro: pembiayaan individu (Individual Financing) memiliki outstanding Rp59,7 miliar untuk 4.368 nasabah dengan tingkat pembayaran kembali 97,2 persen, dan akan diperluas ke 60 lokasi pada Juli 2026. Untuk lini pendanaan, BTPS mencatat dana kelolaan sukuk ritel Rp16,9 miliar, produk bancassurance bersama Allianz Syariah Rp1,5 miliar, dan enam seri Cash Waqf Linked Deposit senilai total Rp3,7 miliar, serta pembiayaan ke lembaga keuangan non-bank seperti Pegadaian, CIMB Niaga Auto Finance, Sarana Multi Infrastruktur, dan Sarana Multigriya Financial.

Laporan ini juga menegaskan kembali rencana pembelian kembali saham (buyback) yang sebelumnya sudah diumumkan, dengan alokasi dana maksimal Rp1 triliun termasuk biaya terkait, mencakup hingga 10 persen dari total saham beredar. Rencana ini masih menunggu persetujuan RUPSLB pada 13 Oktober 2026, dengan masa pelaksanaan 12 bulan dimulai 14 Oktober 2026 jika disetujui, dan seluruhnya didanai dari ekuitas internal perseroan. BTPS turut menjalankan program apresiasi nasabah Umrah Satu Pesawat yang akan memberangkatkan 393 nasabah, sentra, dan karyawan terbaik pada November 2026.