PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) melaporkan laporan keuangan konsolidasian interim auditan untuk enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Grup membukukan laba US$58.412.062 pada periode ini, jauh lebih tinggi dibanding laba US$6.958.337 pada semester I 2025, sehingga defisit akumulasi perusahaan berkurang dari US$217.923.482 menjadi US$158.163.265. Total aset naik 25,02 persen dari US$369.007.328 pada akhir 2025 menjadi US$461.338.663 pada 30 Juni 2026, sementara total liabilitas naik 20,36 persen menjadi sekitar US$199,49 juta. Perusahaan menyebut kenaikan aset terutama berasal dari arus kas operasi, penambahan armada kapal yang sudah diserahterimakan maupun yang baru dibayar uang muka, serta investasi baru di lini jasa dan infrastruktur lepas pantai senilai US$51,86 juta.
Auditor KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang, dan Rekan, dengan partner penandatangan Bambang Subagyo, kembali memberikan opini wajar dengan pengecualian atas laporan ini. Dasarnya adalah piutang dalam rekonsiliasi neto sebesar US$7.968.000 kepada lima kreditur lembaga keuangan non-bank, yang timbul dari selisih antara hasil pelepasan kapal jaminan oleh kreditur dengan saldo pinjaman anak usaha BULL. Auditor menyatakan tidak bisa memastikan kelengkapan dan keakuratan nilai piutang tersebut karena belum ada rekonsiliasi final dengan kelima kreditur itu. Auditor juga mencantumkan catatan tambahan bahwa liabilitas jangka pendek Grup melebihi total aset lancarnya sebesar US$6.751.026, kondisi yang bersama hal lain menimbulkan ketidakpastian material atas kemampuan Grup melanjutkan kelangsungan usaha, meski opini auditor tidak dimodifikasi khusus untuk hal ini.
Dalam surat penjelasan terpisah kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen BULL menyebut pendapatan usaha semester I 2026 tumbuh 84,02 persen dibanding periode sama tahun lalu, seiring realisasi tiga dari empat pilar strategi usaha yaitu ekspansi armada kapal tanker minyak, kapal tanker LNG, dan pengembangan jasa infrastruktur lepas pantai. Arus kas neto dari aktivitas operasi naik menjadi US$31.700.256 dari US$8.223.603 setahun sebelumnya, sementara kas dan setara kas akhir periode mencapai US$18.849.632 dibanding US$5.327.209 di awal tahun. Ekspansi armada ini turut didanai pinjaman jangka panjang baru sebesar US$55.949.560, sehingga rasio utang terhadap ekuitas perusahaan naik tipis dari 56,21 persen pada akhir 2025 menjadi 59,65 persen pada 30 Juni 2026.
