PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) resmi menjalankan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II atau rights issue kedua), menawarkan maksimal 6.154.263.660 saham baru bernilai nominal Rp50 per saham, atau sekitar 20 persen dari total saham setelah penerbitan. Setiap pemegang 4 saham lama berhak atas 1 HMETD, dan setiap 1 HMETD bisa ditukar dengan 1 saham baru di harga pelaksanaan Rp250 per saham. Jika seluruh hak ini dilaksanakan, BUVA akan menerima dana sebesar Rp1.538.565.915.000. Pernyataan efektif dari OJK sudah terbit 5 Oktober 2026, dengan daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD ditetapkan 15 Oktober 2026 dan saham baru akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 2026.
Pemegang saham pengendali, PT Nusantara Utama Investama (NUI), yang kini menguasai 61,07 persen saham BUVA atau 15.034.031.772 saham, akan menerima 3.758.507.943 HMETD. Dari jumlah itu, NUI akan melaksanakan sendiri 3.474.507.943 HMETD dan mengalihkan sisanya, 284.000.000 HMETD, ke PT Tata Tirta Datun (TTD) yang sudah menyatakan sanggup melaksanakan seluruhnya. Dengan begitu kepemilikan NUI setelah rights issue diproyeksikan menjadi 18.508.539.715 saham atau 60,15 persen, hampir tidak berubah dari porsi sebelumnya. Untuk memastikan seluruh saham baru terserap, empat pembeli siaga disiapkan sebagai jaring pengaman: Hapsoro maksimal 389.038.738 saham senilai Rp97,26 miliar, Ferry Sudjono maksimal 1.311.216.321 saham senilai Rp327,80 miliar, TTD maksimal 1.606.350 saham senilai Rp401,59 juta, dan PT Henan Putihrai Sekuritas maksimal 400.000.000 saham senilai Rp100 miliar.
Soal penggunaan dana, BUVA akan menyuntikkan Rp426,339 miliar ke anak usahanya PT Bukit Bali Permai (BBP) paling lambat kuartal IV 2026. Dari jumlah itu, Rp199,259 miliar dipakai BBP untuk mengambil alih saham PT Royal Uluwatu Residence (RUR) guna memperluas portofolio grup di kawasan Uluwatu, Bali, ditargetkan selesai paling lambat Desember 2026. Sisanya, Rp227,08 miliar, disuntikkan lagi ke RUR untuk pembangunan lahan dan belanja modal konstruksi proyek resor baru di kawasan yang sama, yang direncanakan berjalan bertahap hingga tuntas paling lambat kuartal IV 2029. Di luar itu, Rp417,8 miliar dana rights issue dipakai untuk mempercepat pelunasan sebagian pokok utang Perseroan berdasarkan perjanjian pembiayaan yang sudah berjalan.
