PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) melaporkan laba bersih Rp164,84 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, naik 13,7 persen dari Rp144,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah itu, laba yang menjadi hak pemegang saham induk perusahaan tercatat Rp150,28 miliar, naik dari Rp135,02 miliar, sehingga laba per saham terdongkrak dari Rp9,00 menjadi Rp10,02. Pendapatan perusahaan naik menjadi Rp3,55 triliun dari Rp3,47 triliun, dengan penjualan otomotif sebagai penyumbang utama sebesar Rp3,49 triliun, disusul segmen purnajual atau layanan servis senilai Rp60,22 miliar.
Kenaikan laba ditopang oleh dua hal. Pertama, laba kotor naik menjadi Rp523,72 miliar dari Rp480,11 miliar karena beban pokok pendapatan tumbuh lebih lambat dibanding penjualan. Kedua, beban keuangan neto, yaitu bunga pinjaman dikurangi pendapatan bunga, turun hampir separuh menjadi Rp19,43 miliar dari Rp39,64 miliar tahun lalu. Arus kas dari kegiatan usaha, yakni uang tunai yang benar benar diterima dari penjualan setelah dikurangi pembayaran ke pemasok dan karyawan, naik 45,8 persen menjadi Rp223,99 miliar dari Rp153,57 miliar.
Di sisi posisi keuangan per 30 September 2026, total aset perusahaan naik menjadi Rp3,18 triliun dari Rp3,01 triliun pada akhir 2025, sementara total ekuitas naik 12,5 persen menjadi Rp1,50 triliun dari Rp1,33 triliun seiring bertambahnya laba ditahan. Namun, persediaan kendaraan yang belum terjual melonjak hampir dua kali lipat menjadi Rp431,51 miliar dari Rp216,99 miliar, dan utang usaha kepada pihak ketiga naik 77,6 persen menjadi Rp266,04 miliar dari Rp149,88 miliar. Akibatnya, kas dan setara kas perusahaan justru menyusut menjadi Rp343,06 miliar dari Rp374,64 miliar pada akhir 2025.
