PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan per 30 September 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia. Total aset perusahaan naik 13,3 persen, dari Rp1,21 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp1,37 triliun. Kenaikan ini ditopang kas dan setara kas yang melonjak hampir dua kali lipat, dari Rp52 miliar menjadi Rp100,5 miliar, serta persediaan yang naik 25,3 persen menjadi Rp392,7 miliar.

Karena kenaikan total liabilitas melebihi 20 persen, perusahaan wajib mengirim surat penjelasan terpisah ke OJK dan BEI sesuai Peraturan Bursa No. I-E. Dalam surat itu, Direktur Ageng Inabhimantra menyatakan total liabilitas naik 34,5 persen, dari Rp417,4 miliar menjadi Rp561,3 miliar, karena peningkatan pembelian bahan baku dari vendor untuk mendukung operasional produksi. Hal ini terlihat dari utang usaha pihak ketiga yang naik 23,7 persen menjadi Rp295,1 miliar. Di luar itu, perusahaan juga menambah pinjaman berbunga ke bank: utang bank jangka pendek naik 15 persen menjadi Rp89,1 miliar, ditambah pinjaman bank jangka panjang baru senilai Rp56,9 miliar dan bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun senilai Rp10,2 miliar, yang sebelumnya tidak ada. Total pinjaman berbunga ke bank praktis berlipat ganda, dari Rp77,5 miliar menjadi Rp156,2 miliar.

Sementara itu, ekuitas atau modal sendiri pemegang saham, yang didapat dari selisih total aset dengan total liabilitas, hanya naik tipis dari sekitar Rp793,4 miliar menjadi Rp810,6 miliar. Manajemen menyebut kenaikan liabilitas tersebut wajar dan dapat dipertanggungjawabkan karena terkait langsung dengan dukungan terhadap operasional produksi perusahaan.