PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melaporkan resmi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia hasil pelaksanaan pembelian kembali saham untuk periode 20 Mei sampai 19 Agustus 2026, melalui surat No. 139/PIK2-CBDK/SPE/CORSEC/VIII/2026 tertanggal 19 Agustus 2026 yang ditandatangani Direktur Linda Kusumo dan Direktur Yohanes Edmond Budiman. Laporan ini merujuk pada rencana buyback yang diumumkan 19 Mei 2026 melalui surat No. 067/PIK2-CBDK/BEI/CORSEC/V/2026, yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan sesuai POJK 13/2023, POJK 29/2023 Pasal 13 ayat 4, dan surat OJK No. S-102/D.04/2025.

Selama periode tersebut, Perseroan membeli kembali 17.096.700 lembar saham dengan harga rata-rata Rp3.601 per saham, sehingga total dana yang terpakai mencapai Rp61,57 miliar. Angka ini setara 27,76 persen dari total nilai nominal saham yang direncanakan dibeli sesuai keterbukaan informasi Mei 2026, menyisakan Rp188,43 miliar dari anggaran buyback yang belum terpakai. Pembelian harian terbesar tercatat pada 3 Juni 2026 sebanyak 2.008.600 lembar dengan harga rata-rata Rp3.648, disusul 17 Juni 2026 sebanyak 1.197.900 lembar. Setelah pertengahan Juni, volume pembelian mengecil signifikan, dengan transaksi Juli 2026 hanya berkisar puluhan ribu hingga ratusan ribu lembar per hari.

Realisasi ini melanjutkan periode sebelumnya, 3 Februari sampai 2 Mei 2026, saat Perseroan membeli 11.680.400 lembar saham dengan harga rata-rata jauh lebih tinggi, Rp5.409 per saham, senilai Rp63,18 miliar atau 27,22 persen dari rencana pada periode itu. Perbandingan kedua periode menunjukkan harga rata-rata pembelian turun sekitar 33 persen, dari Rp5.409 menjadi Rp3.601, sejalan dengan pelemahan harga saham CBDK yang sebelumnya sempat disebut turun tajam sebelum program buyback ini berjalan.