PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menyampaikan laporan keuangan interim periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, tidak diaudit, sekaligus surat keterbukaan informasi karena ada perubahan lebih dari 20 persen pada pos total aset dan ekuitas. Perubahan ini berasal dari penambahan modal lewat Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) tahap III, yaitu rights issue yang memberi pemegang saham lama hak membeli saham baru lebih dulu. Perseroan menerbitkan 10.678.367.772 lembar saham baru dengan total nilai nominal Rp1,28 triliun, sehingga jumlah saham beredar naik dari 3.559.455.924 lembar menjadi 14.237.823.696 lembar.

Dampaknya langsung terlihat di posisi keuangan. Total aset melonjak 214,85 persen dari Rp542,27 miliar per akhir 2025 menjadi Rp1,71 triliun per 30 September 2026, terutama karena kas dan bank bertambah dari Rp88,84 miliar menjadi Rp905,78 miliar, ditambah penempatan baru di deposito Rp250 miliar dan aset keuangan lancar lain Rp155 miliar. Total ekuitas naik jauh lebih tajam, 1.097,88 persen, dari Rp112,79 miliar menjadi Rp1,35 triliun. Sebagian dana segar itu juga dipakai untuk melunasi sebagian utang bank jangka pendek, yang turun dari Rp184,86 miliar menjadi Rp111,86 miliar.

Dari sisi operasional, penjualan sembilan bulan 2026 tercatat Rp121,08 miliar, naik dari Rp111,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi usaha menyempit dari Rp86,45 miliar menjadi Rp30,92 miliar, dan rugi bersih periode berjalan turun dari Rp103,62 miliar menjadi Rp38,05 miliar. Rugi per saham dasar ikut mengecil dari Rp115,27 menjadi Rp2,67, karena penyusutan rugi jauh lebih besar dibanding penambahan jumlah saham beredar. Surat keterbukaan informasi ini ditandatangani Direktur Utama Sugianto Soenario dan disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 30 Oktober 2026 sesuai Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.